|
Sekretaris Umum Asosiasi Pengusaha Ritel (Aprindo) Jabar, Hendri Hendarta, mengungkapkan, bencana banjir yang terjadi tahun ini lebih parah dibandingkan tahun lalu.
Sebelumnya, dalam kondisi yang tak terlalu parah saja banjir tahun lalu telah mengakibatkan turunnya penjualan ritel hingga 10 persen.
¿Berapa besar peritel berpotensi kehilangan pendapatan masih belum dihitung. Menurut perkiraan, penjualan turun lebih besar dibandingkan tahun lalu,¿ ujarnya, di Bandung, Rabu (31/3).
Penjualan ritel ini diperkirakan turun hingga sebesar 15 persen. Penurunan penjualan ritel terutama dialami oleh minimarket yang berada di kawasan yang tergenang banjir. Hendri belum dapat memastikan berapa banyak minimarket yang ada di kawasan banjir, seperti di Bandung Selatan dan Karawang.
Hendri menambahkan, minimarket di kawasan banjir tidak hanya mengalami penurunan penjualan. Pendistribusian barang ke minimarket itu ikut terganggu karena fasilitas jalan raya yang juga tergenang banjir. ¿Memang banjir tidak sampai masuk ke minimarket. Tapi, jalan raya di depan minimarket terkena banjir, yang membuat distribusi barang terganggu,¿ tutur Hendri.
Ketiadaan gudang membuat pendistribusian barang ke minimarket biasanya dilakukan setiap dua hari sekali mengalami gangguan. Akan tetapi, Hendri memastikan tidak akan terjadinya kelangkaan barang di minimarket yang ada di lokasi banjir. Pasalnya, pendistribusian barang langsung dilakukan manakala banjir mulai surut. Kondisi merosotnya penjualan, harap Hendri, tidak berlangsung lama.
Menurut Hendri, penjualan akan terdongkrak kembali pascabencana banjir. Untuk supermarket maupun hipermarket tak terpengaruh oleh banjir. Kalaupun terjadi penurunan penjualan di supermarket dan hipermarket, hal tu semata-mata karena faktor pasar. ¿Biasanya di triwulan pertama awal tahun pasar ritel memang lesu. Kondisi itu selalu terjadi setiap tahun di supermarket maupun hipermarket,¿ tuturnya.
Peminat Asuransi
Di tahun 2009 lalu, Asuransi Sinar Mas berhasil membukukan premi sebesar Rp 2,8 triliun. Lebih dari 50 persen premi itu masih berasal dari asuransi kebakaran. Pertumbuhan terlihat dari asuransi bencana alam.
Peminat asuransi ini terus bertambah seiring dengan besarnya potensi bencana alam di Indonesia. ¿Asuransi bencana alam masuk katagori all risk. Peminatnya mulai banyak, meski belum sebanyak asuransi kebakaran atau kendaraan bermotor,¿ ujar Regional Manager Asuransi Sinar Mas Wilayah III Jabar-Jateng, Suwanto Somawidjaja, di Bandung, Rabu (31/3).
Kesadaran masyarakat akan perlunya memberi perlindungan terhadap harta bendanya berpengaruh terhadap pertumbuhan asuransi bencana alam. Adapun bencana alam yang bisa ter-cover oleh perlindungan asuransi yaitu mulai dari banjir hingga gempa bumi.
Menurut Suwanto, pembayaran klaim asuransi bencana alam ini telah dilakukan ketika bencana banjir di Jakarta tahun 2002 maupun gempa bumi di Padang tahun 2009 lalu. Pertumbuhan asuransi bencana alam ini diperkirakan semakin besar seiring banyaknya bencana alam di Tanah Air akhir-akhir ini.
Sumber : Sinar Harapan - Kamis, 1 April 2010
|