|
Bandung - Potensi pasar di sektor asuransi kerugian dinilai Regional Manager Asuransi Sinarmas (ASM) Wilayah III Jabar-Jateng, Suwanto Somawidjaja, masih sangat besar. Terbukti hingga saat ini jumlah nasabah di asuransi masih relatif sedikit dibandingkan dengan jumlah penduduk yang ada. Sebagai contoh, asuransi kerugian ASM yang tahun 2009 merupakan yang terbesar, jumlah nasabahnya baru 2 juta pemegang polis. Apalagi produk asuransi kerugian yang relatif terbuka untuk inovasi. Hal itu karena pada dasarnya apapun yang dianggap berharga bisa menjadi objek asuransi kerugian. Pihaknya saat ini memiliki lebih dari 20 produk asuransi kerugian. "Pada tahun 2009, dari premi sebesar Rp. 2,8 triliun, lebih dari 50 persen berasal dari asuransi kebakaran. Tahun ini kami menargetkan bisa tumbuh 20-25 persen. Untuk itu, kami menggenjot ritelnya dengan didukung 84 kantor cabang kami," kata Suwanto akhir pekan lalu.
Sumber : Pikiran Rakyat - 5 April 2010
|