Hubungi Kami
     


› Agen Asuransi
› Asuransi Alat Berat
› Asuransi Contractor/
     Erection
› Asuransi Kredit
› Asuransi Marine Cargo
› Asuransi Migas
› Asuransi PAR/IAR
› Asuransi Syariah
› Asuransi Tanggung Gugat
› Simas Cancer
› Simas Proteksi Diri
› Simas Sehat Executive
› Simas Sehat Gold
› Simas Surety Bond
› Simas Travel
› Simas Sepeda

Asuransi Syariah

Pertanyaan

Q1. Simas Syariah? [jawab]

Q2. Asuransi Syariah? [jawab]

Q3. Apa itu Akad yang sesuai dengan Syariah? [jawab]

Q4. Ada berapa Akad yang biasa dilakukan dalam Asuransi? [jawab]

Q5. Bagaimana kedudukan Perusahaan & Peserta di dalam ke 2 Akad ini? [jawab]

Q6. Apakah di dalam asuransi syariah hanya terdapat 2 Akad saja? [jawab]

Q7. Didalam prakteknya pada asuransi syariah terdapat Mudharabah? [jawab]

Q8. Apakah setiap pemegang polis dapat menerima Mudaharabah tsb? [jawab]

Q9. Bagaimana tata cara Pembayaran Mudharabah? [jawab]

Q10. Bagaimana sistem pembayaran Mudharabah? [jawab]

Q11. Bagaimana dasar perhitungan Mudharabah? [jawab]

Q12. Formula apa saja yang menentukan perhitungan Mudharabah? [jawab]

Q13. Apakah di setiap produk Asuransi bisa mendapat kan Mudharabah? [jawab]

Q14. Apa yang membedakan dari polis asuransi syariah dengan konvensional? [jawab]

Q15. Sebagai pengelola dana, di awal penutupan asuransi syariah ada yang harus diperhatikan, antara lain Okupasi atau Penggunaan Objek yang di asuransikan harus sesuai syariah? [jawab]

Q16. Dan apakah di asuransi syariah mengenal Komisi atau Overiding Commision (OC)? [jawab]

Q17. Bagaimana dengan Komisi Agen? [jawab]

Q18. Lalu bagaimana dengan Brokerage Fee? [jawab]

Q19. Lalu bagaimana dengan Tertanggung atau nasabah yang dibawa oleh Agen atau Broker tsb, apakah mereka juga mendapatkan Mudharabah? [jawab]

Q20. Apa saja yang bisa dijadikan target market Asuransi Syariah? [jawab]

Jawaban

Q1. Simas Syariah?
A1. Perusahaan asuransi kerugian milik swasta sejak tgl 25 Juni 2004 telah resmi membuka cabang syariah sesuai SK Menteri Keuangan No. KEP.253/KMK.6/2004.

kembali keatas^ 

Q2. Asuransi Syariah?
A2. Usaha saling tolong menolong dan melindungi diantara sejumlah orang / pihak melalui investasi dalam bentuk Tabarru yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu melalui akad yang sesuai dengan syariah.

kembali keatas^ 

Q3. Apa itu Akad yang sesuai dengan Syariah?
A3. Suatu perikatan yang tidak mengandung Gharar ‘penipuan’, Maysir ‘perjudian’, Riba ‘bunga’, Zulmu ‘penganiayaan’, Riswah ‘suap’, Barang Haram, Maksiat.

kembali keatas^ 

Q4. Ada berapa Akad yang biasa dilakukan dalam Asuransi?
A3.Akad yang dilakukan antara Peserta dengan Perusahaan terdiri atas :

  1. Akad Tijarah adalah Mudharabah
  2. Akad Tabarru adalah Hibah

kembali keatas^ 

Q5. Bagaimana kedudukan Perusahaan & Peserta di dalam ke 2 Akad ini?
A5. kedudukan Perusahaan & Peserta di dalam ke 2 Akad:

  1. Akad Tijarah / Mudharabah
    • Perusahaan sebagai Pengelola Dana (Mudharib)
    • Peserta sebagai Pemegang Polis (Shahibul Mal)

  2. Akad Tabarru / Hibah
    • Peserta memberikan hibah yang akan digunakan untuk menolong peserta lain yang terkena musibah.
    • Perusahaan sebagai Pengelola dana hibah

kembali keatas^


Q6. Apakah di dalam asuransi syariah hanya terdapat 2 Akad saja?
A6. Tidak , tetapi masih ada beberapa akad seperti Wakalah , Musyarakah , Wadiah , Musahamah, dsb, dan perusahaan sebagai pengelola berhak untuk memilih akad-akad tsb, sesuai dengan pasar atau kebutuhan.

kembali keatas^ 

Q7. Didalam prakteknya pada asuransi syariah terdapat Mudharabah?
A7. Mudharabah yaitu Bagi Hasil yang diberikan kepada pemegang polis apabila perusahaan asuransi mengalami surplus underwriting setelah satu tahun pembukuan.

kembali keatas^ 

Q8. Apakah setiap pemegang polis dapat menerima Mudaharabah tsb?
A8. Pemegang Polis hanya dapat menerima Mudharabah tsb dengan syarat

  1. Polis telah jatuh tempo
  2. Premi telah di bayar penuh
  3. Polis tidak mengalami klaim

kembali keatas^ 

Q9. Bagaimana tata cara Pembayaran Mudharabah?
A9. Tata cara Pembayaran Mudharabah:

  1. Cadangan Mudharabah dibagikan kepada peserta yang telah selesai pertanggungannya dengan menggunakan Rate atas Premi yang disetor peserta
  2. Peserta yang menerima Mudharabah adalah peserta yang tidak menerima manfaat klaim
  3. Peserta yang mengalami keterlambatan pelunasan premi diberikan Mudharabah secara proposional
  4. Peserta yang telah jatuh tempo polisnya dikirimi surat konfirmasi untuk menentukan pembayaran Mudharabahnya
  5. Pengiriman surat konfirmasi Mudharabah bersamaan dengan pengiriman surat konfirmasi perpanjangan
  6. Konfirmasi Mudharabah dari peserta segera diserahkan ke bagian keuangan untuk segera dibayarkan

kembali keatas^ 

Q10. Bagaimana sistem pembayaran Mudharabah?
A10. Sistem pembayaran Mudharabah

  1. Transfer melalui Bank Syariah
  2. Cek atas nama Tertanggung
  3. Cash (tunai)
  4. Disumbangkan ke lembaga sosial / zakat

kembali keatas^ 

Q11. Bagaimana dasar perhitungan Mudharabah?
A11. Dengan menggunakan rata-rata tertimbang surplus underwriting yang diperoleh (** lampiran 1)

kembali keatas^ 

Q12. Formula apa saja yang menentukan perhitungan Mudharabah?
A12. Yang menentukan perhitungan Mudharabah

  1. Periode polis
  2. Besarnya premi yang dibayarkan
  3. Tanggal dan hari pelunasan premi
  4. Rate Mudharabah

Contoh :

  1. Perhitungan Mudharabah , apabila Tertanggung membayarkan tepat waktu

    • Periode : 01/01/06 – 31/12/06
    • Premi yg telah di bayarkan Rp. 1.000.000,-
    • Tanggal pembayaran 01/01/06
    • Rate Mudharabah 7.5%
    • Mudharabah (bagi hasil): 7.5% x Rp. 1.000.000,- = Rp. 75.000,-

  2. Perhitungan Mudharabah , apabila Tertanggung membayarkan 1 bulan setelah periode polis

    • Periode : 01/01/06 – 31/12/06
    • Premi yang telah di bayarkan Rp. 1.000.000,-
    • Tanggal pembayaran 01/02/06
    • Rate Mudharabah 7.5%
    • Mudharabah (bagi hasil) : 7.5% x 335/365 x Rp. 1.000.000,- = Rp. 68.835,62

kembali keatas^ 

Q13. Apakah di setiap produk Asuransi bisa mendapat kan Mudharabah?
A13.Ya …., selama polis tsb tidak mengalami klaim selama penutupan
Asuransi, maksudnya apabila ada penutupan polis gabungan atau pun tidak individu, dan mengalami klaim terhadap salah satu pesertanya maka asuransi Sinar Mas Syariah belum dapat memberikan Mudharabah (bagi hasil) tsb.

kembali keatas^ 

Q14. Apa yang membedakan dari polis asuransi syariah dengan konvensional?
A14. Didalam setiap polis asuransi syariah selalu harus ada pelekatan Klausula Syariah

kembali keatas^ 

Q15. Sebagai pengelola dana, di awal penutupan asuransi syariah ada yang harus diperhatikan, antara lain Okupasi atau Penggunaan Objek yang di asuransikan harus sesuai syariah?
A15. Yang harus diperhatikan di awal penutupan asuransi syariah

  1. Barang atau jasa yang ditransaksikan adalah benda atau jasa yang halal, yang diketahui karakteristiknya oleh para pihak yang terlibat
  2. Kehalalan itu tidak cukup hanya pada barang atau jasa diatas, melainkan juga termasuk penggunaannya
  3. Oleh karena penggunaan yang tidak benar atau untuk tujuan yang tidak benar, meskipun benda atau jasa tsb pada awalnya halal, maka dapat jatuh ke haram.

kembali keatas^ 

Q16. Dan apakah di asuransi syariah mengenal Komisi atau Overiding Commision (OC)?
A16. Di asuransi syariah tidak boleh memberikan Komisi yang disebut OC , ini sama saja melakukan Riswah ‘sogok/suap’ dan hukumnya haram, karena perbuatan ini dapat merusak tatanan profesionalisme dalam bisnis.

kembali keatas^ 

Q17. Bagaimana dengan Komisi Agen?
A17. Komisi untuk agen dapat di berikan sehubungan dalam hal ini si perusahaan asuransi telah memakai jasa seseorang untuk mewakili dan membantu memasarkan produk asuransi.

kembali keatas^ 

Q18. Lalu bagaimana dengan Brokerage Fee?
A18. Imbalan yang diberikan kepada pihak Broker semata-mata dari suatu kegiatan administrasi , jasa underwriting dalam menganalisa resiko yang akan diterima perusahaan asuransi.

kembali keatas^ 

Q19. Lalu bagaimana dengan Tertanggung atau nasabah yang dibawa oleh Agen atau Broker tsb, apakah mereka juga mendapatkan Mudharabah?
A19. Bisa mendapatkan atau juga tidak mendapatkan Mudharabah tsb, tergantung dari kesepakatan di awal dan akad yang di pergunakan (terkait point 6)

kembali keatas^ 

Q20. Apa saja yang bisa dijadikan target market Asuransi Syariah?
A20. Target market Asuransi Syariah

  1. Bank-bank Syariah
  2. Leasing Syariah
  3. Sekolah-sekolah ataupun Universitas
  4. Corporate
  5. Dan tidak terbatas pada masyarakat Muslim

kembali keatas^ 


 
   

PT. Asuransi Sinar Mas © 2007 All Rights Reserved
Resolusi Terbaik pada 1024 x 768