8 Usaha Mencegah Banjir Pada Cuaca Ekstrim

Hujan deras terus mengguyur wilayah Jabodetabek akhir-akhir ini. Membuat kita menjadi ekstra dalam menjaga kesehatan serta sekitar rumah kita.

Baru-baru ini kita mendengar berita bahwa Jakarta mendapatkan kiriman banjir dari Kabupaten Bogor karena debit air di bendungan Katulampa meningkat. Alhasil di beberapa daerah Jakarta tegenang air.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana memberikan informasi bahwa bulan Februari menjadi puncak curah hujan tinggi untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya. Masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan siap siaga menghadapi cuaca seperti yang dapat mengakibatkan banjir serta genanangan.

Berikut ada beberapa cara untuk kita lakukan mencegah banjir yang melanda :

1. Membuat saluran air yang baik
Sangat dibutuhkan sekali sistem irigasi atau pembuangan akhir yang benar-benar mengalir. Tentunya saluran air yang tidak adanya tumpukan sampah sehingga air mengalir dengan benar dan bermuara ke suangai besar.

2. Membuang sampah pada tempatnya
Sampah menjadi momok yang selalu hadir bila terjadi banjir. Perlunya kedisplinan setiap kita untuk mulai membuang sampah pada tempatnya agar pada saat turun hujan deras tidak terjadi banjir karena terhalangnya aliran air karena sampah. Pengelohan sampah juga penting dilakukan, hal ini dapat mengurangi deposit sampah yang ada. Tidak ada salahnya kita mulai memisahkan sampah organik dan anorganik.

3. Membersihkan saluran air
Kegiatan ini harus dilakukan secara berkala, namun di beberapa wilayah hal ini dilakukan secara bergotong royong. Tujuan dilakukan kegiatan ini agar tidak adanya sampah yang menumpuk dan adanya aliran air yang terus mengalir sampai pada pembuangan akhir.

4. Mendirikan bangunan pencegah banjir
Bendungan dan tanggul wadah yang sangat membantu mencegah banjir. Bendungan dapat menampung air dengan volume yang besar, sedangkan tanggul bangunan berbentuk tembok untuk mencegah air masuk ke pemukiman.

5. Menanam pohon atau tanaman di sekitar rumah
Permasalahan pada kota-kota besar yang mengalami banjir karena sudah tidak ada daerah resapan air. Penuhnya pembangunan rumah kebanyakan tidak memikirkan untuk tempat resapan air yang baik. Salah satunya menanam pohon berbatang besar dan memiliki daya serap air tinggi seperti pohon pacar air, pohon mangga, pohon kenangan dan lain-lain. Apabila di setiap rumah mempunyai satu pohon, maka akan dipastikan tidak akan terkena banjir. Yuk mulai dari sekarang menanam pohon di rumah tinggal kita.

6. Membuat lubang biopori
Lubang biopori solusi untuk mengatasi banjir dengan cara meningkatkan daya resapan air dan ramah lingkungan. Lubang biopori juga mengubah sampah organik menjadi kompos dengan memanfaatkan peran fauna tanah, akar tanaman, dan bisa mengatasi masalah yang ditimbulkan genangan air seperti demam berdarah hingga malaria.
Sangat mudah membuat lubang biopori hanya membuat lubang berdiameter 10 cm dan panjanga sekitar 100 cm menggunakan bor tanah di halaman rumah. Semakin kita banyak membuat lubang biopori akan semakin aman dan terhindar dari bahaya banjir.

7. Membuat sumur resapan
Sumur resapan ialah sarana penampungan air hujan dan menjadi wadah meresapkan air ke dalam tanah agar kembali kepada siklus air yang semestinya sehingga tidak terjadi penumpukan genangan air di atas permukaan tanah. Sumur resapan biasanya dibuat dengan kedalaman 2m di bawah permukaan tanah.

8. Penggunaan paving stone untuk jalan
Paving stone untuk jalan sangat-sangat membantu mencegah banjir, karena membuat jalan menjadi lebih cepat menyerap air dibandingkan jalanan yang menggunakan aspal

Cara-cara diatas merupakan sebagian kecil usaha untuk mencegah banjir, semua usaha yang kita lakukan harus dilakukan dengan baik dan adanya kesadaran dari lingkungan tempat kita berada. Tentunya kita juga bisa membantu meringankan usaha pemerintah uanutk mencegah banjir. Banjir tidak akan datang bila semua hal baik kita lakukan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman. Pastinya banjir tidak akan menghampiri tempat kita tinggal.

Kembali ke daftar berita >