ASURANSI SINAR MAS ADAKAN PELATIHAN KETERAMPILAN UNTUK DUKUNG PARIWISATA DANAU TOBA

Kamis (04/8/2016), PT Asuransi Sinar Mas (ASM) mengadakan Pelatihan Keterampilan Pembuatan Produk Eco Fashion Berbasis Zero Waste Khas Daerah Kabupaten Humbang Hasundutan. Pelatihan ini dilakukan bagi warga masyarakat Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Terdapat 40 orang warga masyarakat yang terdiri dari ibu rumah tangga, lulusan SMK yang belum memiliki pekerjaan mengikuti pelatihan ini.

Ada 2 jenis keterampilan yang diberikan dalam waktu 5 hari pelatihan, mulai tanggal 30 Juli 2016 dan tanggal 1 sd 4 Agustus 2016. Pelatihan pertama adalah pelatihan teknik ikat celup (Tie-Dye) dan Pelatihan Kedua adalah pembuatan packaging dengan menggunakan bahan daur ulang kertas.  

PT. Asuransi Sinar Mas mengandeng Merdi Sihombing, designer fashion internasional dari Indonesia untuk penyelenggaraan pelatihan ini dengan mengusung konsep Eco Fashion berbasis Eco Waste pada produk-produk kerajinan yang dihasilkan. Pelatihan ini menggunakan limbah lingkungan untuk diolah menjadi kerajinan, aksesories ataupun cinderamata khas kabupaten Humbang Hasundutan. Semua produk kerajinan yang dihasilkan juga akan memanfaatkan limbah lingkungan untuk dijadikan bahan baku warna, hasil jadi dan juga kemasan. Selain limbah lingkungan, digunakan juga bahan baku alam dari tanaman khas Kabupaten Humbang Hasundutan.

“Kami berharap dari hasil pelatihan ini akan tercipta calon – calon wirausaha baru di kabupaten Humbang Hasundutan. Mereka kami harapkan dapat menjadi agen perubahan dengan mempraktekkan keterampilan yang diperoleh menjadi sumber penghasilan dan bahkan lapangan kerja baru untuk mendukung pariwisata di Danau Toba” jelas Dumasi saat pembukaan pelatihan.

Pelatihan keterampilan ini merupakan salah satu kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Asuransi Sinar Mas yang difasilitasi oleh komunitas Horas Halak Hita (H3) dan H3Ladies dengan tujuan untuk mendukung pengembangan kawasan Danau Toba sebagai tujuan wisata dunia.

Dalam pelatihan ini, ASM mengajarkan cara mengolah limbah organik basah maupun kering menjadi barang yang berguna dan nantinya menjadi lahan pekerjaan bagi masyarakat Sumatera Utara.

Kami mengajarkan bagaimana mengolah kulit buah, kulit sayuran atau daun-daunan, sampah pasar dan lain-lain, bahkan rumput Danau Toba untuk dijadikan pewarna alami untuk kain. Setelah itu, ampasnya pun  tidak di buang, namun kita manfaatkan kembali atau didaur ulang untuk menjadi tas souvenir yang ramah lingkungan,” tambah Dumasi.

Kembali ke daftar berita >