Covid Varian Omicron Masuk ke Tanah Air, Apa yang Harus Dipersiapkan?

Saat ini, virus Covid-19 varian Omicron sudah masuk ke Indonesia. Hingga Senin 10 Januari 2022 lalu, tercatat penambahan kasus 454 menjadi 802 orang positif.

Menyikapi kondisi tersebut, dibutuhkan berbagai persiapan dan pencegahan, khususnya bagi elemen masyarakat. Penerapan 5M harus lebih ditingkatkan lagi, khususnya untuk para pekerja yang sudah bekerja ke kantor, 

“Covid varian Omicron memiliki tingkat penyebaran virus lebih tinggi dibandingkan varian Delta, padahal varian delta memiliki tingkat penyebaran lebih tinggi dibanding covid varian awal. Langkah yang dapat dilakukan adalah memperketat penerapan 5M, mempercepat vaksinasi dan melakukan vaksin booster serta penerapan social distancing di kantor dan kapasitas 50%,” kata dr Maureen B. Sekewael AAAK dari Claim Dept Head Asuransi Sinar Mas saat IG Live bersama Lifepal.co.id.

Selain itu, persiapan dari sisi keuangan juga sangat penting. Anda harus memiliki dana darurat dan asuransi kesehatan sebagai pengalih resiko apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Asuransi kesehatan adalah asuransi yang menanggung biaya pengobatan hingga perawatan medis lainnya apabila tertanggung sakit. Hal itu bisa berupa rawat jalan, rawat inap, atau pembedahan. 

Untuk mendapatkan perlindungan terhadap risiko-risiko tersebut, tentu saja setiap nasabah asuransi harus membayar premi atau iuran ke perusahaan.

“Minimal banget asuransi rawat inap, kalau bujet terbatas untuk rawat jalannya bisa pakai BPJS. Karena itu, penting banget punya BPJS kesehatan dan asuransi kesehatan,” jelas Perencana keuangan sekaligus Financial Educator Lifepal, Aulia Akbar CFP®, AEPP®.

Senada dengan Akbar, Head of Accident & Health Insurance Division (AHID) Asuransi Sinar Mas, Rudy Widjaja juga mengungkapkan manfaat dari asuransi kesehatan.

“Intinya asuransi kesehatan itu berfungsi untuk mengalihkan risiko khususnya terkait risiko biaya pengobatan. Asuransi kesehatan ada berbagai macam bentuk perlindungan yang diberikan sehingga harus disesuaikan dengan kebutuhan tertanggung,” ungkapnya. 

Selain itu, Akbar mengungkapkan, khusus untuk pekerja berstatus kepala keluarga melengkapi diri dengan asuransi jiwa.

“Kalau status pencari nafkah harus ada proteksi asuransi jiwa. Di masa pandemi pada 2021 lalu, diri kita, orang terdekat bisa kena musibah ini. Omicron ini gak bisa dianggap remeh, tidak bisa lengah, meskipun sudah divaksinasi risiko itu tetap ada. Untuk memitigasi segala risiko hilangnya penghasilan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Akbar mengungkapkan beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika hendak membeli produk asuransi kesehatan dan alasan pentingnya harus memiliki serta memahami manfaat yang ditawarkan.

1. Sesuaikan dengan kondisi kesehatan saat ini dan kenali besaran manfaat asuransinya

Untuk memilih manfaat asuransi kesehatan terbaik, sesuaikan saja kondisi kesehatan saat ini dengan manfaat asuransi kesehatan yang ada. 

Bila Anda memiliki gaya hidup yang sehat dan terbilang jarang sakit, buatlah estimasi seputar peluang terburuknya adalah mengalami risiko rawat inap dua kali dalam setahun. 

Anda harus mengetahui seksama terkait plafon manfaat asuransi kesehatan yang diterima, mulai dari biaya kamar, dokter, pembedahan, biaya aneka perawatan dan sebagainya.

Kemudian, kalkulasikan dengan biaya rawat inap saat ini. Dengan begitu, Anda bisa tahu kira-kira nilai limit tahunan asuransi yang dibutuhkan dalam setahun.

2. Pahami sistem asuransi kesehatan Anda di polis

Setiap perusahaan asuransi kesehatan memiliki sistem atau ketentuan cara kerja yang berbeda-beda. Ketentuan tersebut umumnya tertulis dengan jelas dalam polis asuransi

Beberapa asuransi bisa memberikan pelayanan kesehatan hingga jangkauan luar negeri, sementara itu beberapa produk lainnya tidak.

Lantaran sangat penting untuk mempelajari polis asuransi kesehatan yang dimiliki, maka jangan sungkan berkonsultasi dengan para agen atau broker terkait produk yang ingin Anda beli.

3. Cari tahu kredibilitas perusahaan asuransi

Penting sekali untuk mengetahui kredibilitas perusahaan asuransi terkait ketika ingin membeli produk asuransi mereka. 

Sebab perusahaan inilah yang akan menanggung biaya berobat Anda nantinya, dan sebagai nasabah, Anda harus menyetor uang premi atau iuran sebagai ke perusahaan asuransi yang bersangkutan.

Segera cari tahu juga apakah perusahaan memiliki izin usaha resmi yang diakui oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kemudian, pelajari juga laporan tahunan perusahaan apakah terbilang sehat dan mampu membayarkan klaim nasabah dengan baik atau tidak. 

Kesehatan perusahaan asuransi ditunjukkan dari Risk Based Capital (RBC), yaitu metode pengukuran batas tingkat solvabilitas untuk melihat tingkat kesehatan keuangan perusahaan asuransi.

Ketentuan Risk Based Capital atau RBC minimum menurut OJK , berdasarkan POJK No. 71/POJK.05/2016, adalah 120 persen.

4. Pilih Asuransi Kesehatan dengan Rumah Sakit Rekanan Luas

Pastikan rumah sakit rekanannya tersebar luas di wilayah domisili kamu saat ini. Dengan begitu Anda dapat lebih mudah mengakses dan mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai perjanjian polis.

Catatan penulis

Artikel ini ditulis oleh Aulia Akbar CFP®, AEPP®, Financial Educator Lifepal dan Perencana Keuangan Lifepal, sebagai bagian dari kerja sama dengan asuransi Sinarmas

Kembali ke daftar berita >