January 15, 2026

Baju Gamis: Dari Busana Timur Tengah hingga Identitas Muslim Modern

Baju gamis merupakan salah satu pilihan busana yang paling banyak dikenakan masyarakat, khususnya perempuan, saat merayakan Hari Raya Idulfitri. Selain menampilkan kesan anggun dan sopan, gamis juga dinilai nyaman digunakan dalam berbagai aktivitas, terutama saat bersilaturahmi.

Secara umum, gamis adalah pakaian panjang yang menutupi tubuh hingga pergelangan kaki dan dilengkapi dengan lengan panjang. Busana ini umumnya dibuat dari bahan yang ringan, longgar, dan mampu menyerap keringat, seperti katun, rayon, atau linen. Seiring perkembangan zaman, desain gamis pun semakin beragam dengan tambahan ornamen, motif, dan potongan modern agar tampil selaras dengan tren mode terkini.

Asal-Usul dan Etimologi

Secara etimologis, kata "gamis" berasal dari bahasa Arab qamis yang berarti pakaian panjang. Akar kata ini juga ditemukan dalam bahasa Latin (camisia) yang kemudian diserap ke dalam berbagai bahasa Eropa seperti chemise (Prancis) dan camisa (Spanyol).

Dalam sejarah Islam, gamis telah dikenal sejak abad ke-7 Masehi di wilayah Asia Barat dan Tengah. Awalnya, busana ini berfungsi sebagai pelindung tubuh dari cuaca panas ekstrem dan debu padang pasir. Rasulullah SAW sendiri sangat menyukai gamissebagaimana diriwayatkan dalam hadis Ummu Salamah terutama yang berwarna putih dan berlengan hingga pergelangan tangan.

Perjalanan ke Nusantara

Gamis masuk ke Nusantara sekitar abad ke-7 hingga ke-8 Masehi melalui para pedagang Asia Barat. Melalui proses akulturasi, penggunaan gamis di Indonesia mengalami pergeseran:

  1. Dahulu: Digunakan oleh laki-laki dan perempuan sebagai busana pelindung dan identitas Muslim.
  2. Sekarang: Di Indonesia, gamis lebih identik dengan busana perempuan sebagai pengganti kain jarik. Sementara pria lebih sering mengenakan baju koko dan sarung (hasil akulturasi budaya Tiongkok dan India).

Karakteristik dan Material

Gamis modern dirancang fleksibel untuk berbagai acara, mulai dari gaya syar’i, kasual, hingga pesta. Agar tetap nyaman digunakan saat bersilaturahmi di cuaca tropis, pemilihan bahan sangatlah krusial. Berikut adalah bahan yang direkomendasikan:

1. Katun

Banyak digunakan karena terbuat dari serat kapas yang ringan, sangat adem, dan memiliki sirkulasi udara yang baik.

2. Linen

Menyerap keringat dengan sangat baik, meskipun teksturnya cenderung lebih kaku.

3. Rayon

Dikenal lembut, jatuh mengikuti bentuk tubuh, serta memberikan sensasi sejuk saat dikenakan.

4. Serat bambu

Ramah lingkungan, lembut, serta memiliki sifat antibakteri dan anti-bau.

5. Sutra

Memberikan kesan mewah, ringan, dan sejuk, namun biasanya memerlukan perawatan khusus.

Simbol Identitas dan Tren Modern

Kini, gamis bukan lagi sekadar pakaian religius, melainkan bagian dari tren mode global. Desainer lokal telah mentransformasi gamis dengan berbagai potongan seperti A-line, detail ruffle, hingga penggunaan warna pastel. Transformasi ini membuktikan bahwa busana tertutup dapat tampil modern tanpa kehilangan nilai spiritualnya.

Memakai Gamis: Sunnah Rasulullah SAW

Dalam Sunan Ibnu Majah nomor 3575, Ummu Salamah RA meriwayatkan bahwa pakaian yang paling dicintai Rasulullah SAW adalah gamis (qamis). Hadis ini menunjukkan preferensi Rasulullah SAW dalam berpakaian sekaligus mengajarkan nilai kesederhanaan dan kepantasan dalam Islam.

Gamis merupakan pakaian panjang dengan potongan sederhana yang menutupi tubuh hingga mata kaki. Rasulullah SAW memilih gamis karena mampu menutup aurat dengan baik, nyaman dipakai, dan mencerminkan kesopanan. Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa gamis lebih disukai karena menutupi tubuh secara lebih sempurna dibandingkan jenis pakaian lain.

Islam menganjurkan umatnya untuk berpakaian sederhana dan tidak berlebihan. Rasulullah SAW mencontohkan hal ini dengan mengenakan pakaian yang lazim dipakai masyarakat Arab pada masanya, tanpa menonjolkan kemewahan. Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa kesederhanaan pakaian Rasulullah SAW mencerminkan sikap tawadhu dan menjaga kehormatan diri.

Selain kesopanan, kenyamanan juga menjadi pertimbangan penting. Gamis bersifat praktis, tidak menghambat gerak, dan mendukung aktivitas ibadah. Imam Asy-Syaukani menegaskan bahwa pakaian yang nyaman membantu seseorang beribadah dengan lebih khusyuk dan tenang.

Pilihan Rasulullah SAW terhadap gamis menunjukkan bahwa pakaian mencerminkan akhlak dan nilai spiritual. Gamis tidak digunakan untuk menunjukkan status sosial, melainkan sebagai sarana menjaga aurat dan adab. Al-Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi menegaskan bahwa pakaian Rasulullah SAW selalu mencerminkan kesederhanaan dan keikhlasan.

Meski tidak ada kewajiban mengenakan gamis, prinsip yang diajarkan Rasulullah SAW tetap relevan hingga kini. Dr. Yusuf Al-Qaradawi menekankan bahwa adab berpakaian dalam Islam berlandaskan kesopanan, kepatutan, dan nilai spiritual. Dengan demikian, mengenakan gamis dapat bernilai sunnah jika diniatkan untuk meneladani kesederhanaan dan adab Rasulullah SAW.

Itulah informasi mengenai Baju Gamis. Sebentar lagi kita merayakan Hari Raya Isra Mi’raj yang ke-1447 Hijriah, Lalu, apa hubungan antara peringatan Hari Raya Isra Mi’raj dengan penggunaan baju gamis?

Hubungan baju gamis dengan Hari Raya Isra Mi’raj bersifat kultural dan religius, bukan karena ada kewajiban syariat khusus. Isra Mikraj merupakan peringatan peristiwa penting dalam sejarah Islam yang biasanya diisi dengan kegiatan ibadah dan pengajian, sehingga umat Muslim dianjurkan berpakaian sopan dan menutup aurat.

Gamis dipilih karena memenuhi prinsip tersebut: panjang, longgar, rapi, dan mencerminkan kesederhanaan. Selain itu, gamis juga sering dikaitkan dengan keteladanan Rasulullah SAW yang menyukai pakaian jenis qamis. Karena alasan itulah, gamis menjadi busana yang lazim dikenakan saat peringatan Isra Mikraj sebagai bentuk penghormatan dan kekhidmatan acara.

”Selamat Merayakan Hari Raya Isra Mi’raj.”

Sumber

  1. "Sejarah Gamis, Pakaian yang Ramai Digunakan Pria Muslim Sejak 600 Masehi"
    https://www.detik.com/sumut/berita/d-7507765/sejarah-gamis-pakaian-yang-ramai-digunakan-pria-muslim-sejak-600-masehi.
  2. https://bobo.grid.id/read/083765197/fakta-seru-asal-usul-baju-gamis-yang-populer-sebagai-baju-lebaran?page=all.
  3. https://rri.co.id/daerah/1918336/fakta-seru-asal-usul-baju-gamis.
  4. https://lunahijab.co.id/asal-usul-gamis-bukan-hanya-busana-arab-tapi-juga-warisan-budaya/
  5. https://majalahnabawi.com/memakai-gamis-sunnah-rasulullah/