Dari Babilonia hingga Times Square: Sejarah Tahun Baru 1 Januari dan Tradisinya di Berbagai Negara
Dari Babilonia hingga Times Square: Sejarah Tahun Baru 1 Januari dan Tradisinya di Berbagai Negara
Perayaan Tahun Baru pada 1 Januari merupakan hasil proses sejarah panjang yang melibatkan berbagai peradaban dunia.
Perayaan Tahun Baru tertua tercatat berasal dari Babilonia Kuno. Tahun Baru dirayakan pada bulan baru pertama setelah ekuinoks musim semi, sekitar akhir Maret, melalui Festival Akitu yang berlangsung selama 11 hari. Perayaan ini menandai awal musim tanam serta pembaruan kehidupan sosial dan keagamaan.
Pada abad ke-8 SM, kalender Romawi buatan Romulus hanya terdiri dari 10 bulan dengan total 304 hari. Awal tahun jatuh pada vernal equinox. Kalender ini kemudian disempurnakan oleh Numa Pompilius dengan menambahkan bulan Januari (Januarius) dan Februari (Februarius).
Ketidaksinkronan kalender Romawi dengan peredaran matahari mendorong dilakukannya reformasi. Kalender Julian menetapkan satu tahun berjumlah 365 hari dengan penambahan satu hari setiap empat tahun. Dalam sistem ini, 1 Januari ditetapkan sebagai awal tahun untuk menghormati Janus, dewa permulaan dan transisi.
Pada periode ini, sejumlah wilayah Eropa meninggalkan 1 Januari sebagai Tahun Baru karena dianggap bernuansa pagan. Awal tahun kemudian dipindahkan ke tanggal-tanggal religius, seperti 25 Desember atau 25 Maret, tergantung wilayah.
Penetapan kembali 1 Januari sebagai Tahun Baru dilakukan melalui Kalender Gregorian. Sistem ini memperbaiki kesalahan Kalender Julian dan secara bertahap diadopsi oleh berbagai negara hingga menjadi kalender yang paling banyak digunakan di dunia saat ini.
Perayaan Tahun Baru Tiap Negara
Tahun Baru umumnya dirayakan melalui berbagai upacara dan kegiatan yang melambangkan pelepasan tahun lama serta penyambutan tahun baru. Setiap negara memiliki tradisi unik yang mencerminkan nilai budaya dan kepercayaan masyarakatnya.
1. Brazil
A. Melempar Bunga Putih ke Laut
Masyarakat, khususnya di Rio de Janeiro dan Bahia, mengenakan pakaian putih serta melempar bunga dan lilin ke laut sebagai persembahan kepada Yemanjá, Dewi Laut. Ritual ini dipercaya membawa berkah dan kemakmuran pada tahun mendatang.
B. Melompati Tujuh Ombak
Tradisi melompati tujuh ombak di pantai dilakukan sambil memanjatkan doa, sebagai simbol harapan dan kekuatan menghadapi tahun baru.
2. Denmark
A. Memecahkan Piring
Memecahkan piring saat malam Tahun Baru dipercaya membawa keberuntungan. Semakin banyak piring yang dipecahkan, semakin besar harapan akan nasib baik.
B. Melompat dari Tempat Tinggi
Melompat dari sofa atau tempat tinggi tepat saat pergantian tahun melambangkan kesiapan menghadapi tantangan di tahun mendatang.
3. Italia
A. Memakai Pakaian Dalam Merah
Tradisi ini dipercaya membawa keberuntungan, terutama dalam hal percintaan.
B. Memakan Kacang Lentil
Kacang lentil melambangkan kesejahteraan dan kemakmuran.
C. Melempar Tembikar
Melempar tembikar dari jendela menjadi simbol melepaskan masa lalu dan menyambut masa depan.
4. Jepang
Membunyikan Lonceng 108 Kali
Lonceng dibunyikan sebanyak 108 kali sebagai simbol pembersihan diri dari hawa nafsu dan energi negatif sepanjang tahun, sekaligus mendorong refleksi dan penyucian diri. Perayaan Tahun Baru di Korea Selatan adalah momen penting untuk merayakan pencapaian, merenungi perjalanan, dan berharap yang terbaik untuk masa depan. Tradisi yang kaya dan kemeriahan modern menjadikan perayaan ini tidak hanya unik tetapi juga penuh makna.
5. Australia
Pesta Kembang Api
Pergantian tahun dirayakan dengan pertunjukan kembang api besar, terutama di Sydney Opera House dan Harbour Bridge, yang menjadi salah satu perayaan Tahun Baru paling spektakuler di dunia.
6. Rumania
A. Tarian Beruang
Festival dan parade digelar untuk menyambut Tahun Baru, dengan tarian beruang sebagai simbol pengusiran roh jahat dan perlindungan dari kesialan.
B. Meminum Abu Kertas
Harapan ditulis di kertas, dibakar, lalu abunya dicampurkan ke dalam minuman yang diminum tepat saat pergantian tahun.
C. Ded Moroz dan Snegurochka
Tokoh legendaris Ded Moroz dan cucunya, Snegurochka, menjadi simbol keceriaan dalam perayaan Natal dan Tahun Baru.
7. Spanyol
Makan Dua Belas Anggur
Saat lonceng berdentang 12 kali, masyarakat memakan 12 buah anggur sebagai simbol harapan, keberuntungan, dan kesejahteraan sepanjang tahun.
8. Belanda (Netherland)
Di Belanda, pergantian tahun dikenal dengan sebutan “Oud en Nieuw”, yang secara harfiah berarti lama dan baru. Pada malam tersebut, masyarakat Belanda menjalankan berbagai tradisi, salah satunya Carbidschieten atau tembakan karbida.
Carbidschieten adalah tradisi Tahun Baru yang dilakukan secara berkelompok dengan menciptakan ledakan keras dari campuran karbit (kalsium karbida) dan air di dalam wadah tertutup, seperti kaleng susu atau drum. Reaksi ini menghasilkan bola api yang melontar beberapa meter dengan suara ledakan yang dapat mencapai 120 desibel. Tradisi ini populer di sejumlah provinsi, antara lain Drenthe, Groningen, Friesland, Overijssel, dan Gelderland.
9. Cina
Di Tiongkok, Tahun Baru Masehi mulai dirayakan secara resmi pada abad ke-20 setelah Partai Komunis Tiongkok berkuasa, dengan 1 Januari sebagai hari libur nasional. Namun, perayaan ini tidak sepenting Tahun Baru Imlek yang bersifat kekeluargaan dan sarat tradisi.
Perayaan Tahun Baru Gregorian di Tiongkok umumnya berlangsung sederhana. Masyarakat menghabiskan malam pergantian tahun bersama teman atau dalam acara perusahaan, sementara di Beijing warga berkumpul di Lapangan Tiananmen untuk menikmati pertunjukan kembang api dengan latar Kota Terlarang.
10. Amerika Serikat (USA)
A. Pesta Menyambut Tahun Baru
Pada malam 31 Desember, Amerika Serikat menyambut Tahun Baru dengan beragam tradisi di berbagai kota. Perayaan ini memadukan tradisi lama dan pesta modern, sehingga menjadi momen meriah bagi warga maupun wisatawan.
B. Time Square Ball Drop di New York
Perayaan ikonik meliputi Times Square Ball Drop di New York yang diiringi kembang api dan konfeti, serta Parade Mawar di Pasadena, California, dengan kendaraan hias, marching band, dan parade kuda.
C. Tradisi Terjun ke Air Dingin
Selain perayaan besar, masyarakat Amerika juga menjalani tradisi membuat resolusi Tahun Baru sebagai simbol pembaruan diri. Di beberapa daerah, Polar Bear Plunge, yakni terjun ke air dingin, dilakukan sebagai lambang keberanian dan harapan akan keberuntungan di tahun mendatang.
Sumber:
- "Sejarah dan Asal-usul Perayaan Tahun Baru 1 Januari, Sudah Tahu?" https://www.detik.com/jogja/berita/d-7118960/sejarah-dan-asal-usul-perayaan-tahun-baru-1-januari-sudah-tahu.
- https://travel.kompas.com/read/2022/12/17/120200727/sejarah-perayaan-tahun-baru-sudah-ada-sejak-4000-tahun-lalu?page=all.
- https://id.wikipedia.org/wiki/Tahun_baru.
- https://rri.co.id/internasional/2069828/mengapa-dunia-sepakat-tahun-baru-1-januari.
- https://www.advantour.com/china/holidays/new-year.htm#:~:text=1st%20January%20in%20China%20is,lunar%20calendar%20or%20Qingming%20festival.
- https://lestariwisata.com/hari-tahun-baru-di-amerika-serikat-tradisi-perayaan-dan-nilai-yang-mendasari/