Mengenal Ring of Fire dan Risiko Gempa terhadap Rumah, Apa yang Perlu Dipersiapkan
Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang rawan mengalami gempa bumi. Salah satu alasannya, ialah posisi Indonesia yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire, yaitu zona di sekitar Samudra Pasifik yang memiliki aktivitas gempa dan gunung api sangat tinggi. Wilayah ini terbentuk dari pertemuan dan pergerakan berbagai lempeng tektonik.
Di Indonesia sendiri, pergerakan Lempeng Indo-Australia, Eurasia, Pasifik, dan Filipina membuat aktivitas tektonik berlangsung cukup kompleks. BMKG mencatat Indonesia mengalami rata-rata sekitar 30.000 gempa bumi setiap tahun, meskipun sebagian besar tidak dirasakan oleh masyarakat.
Mengapa Gempa Bisa Menimbulkan Kerusakan pada Rumah?
Besarnya kerusakan akibat gempa tidak hanya ditentukan oleh kekuatan gempa. Kondisi tanah, jarak dari sumber gempa, serta kualitas dan struktur bangunan juga berpengaruh. Karena itu, dua rumah yang berada di wilayah yang sama belum tentu mengalami tingkat kerusakan yang sama.
Saat terjadi guncangan, rumah menerima gaya yang dapat membuat berbagai komponennya bergerak dan mengalami tekanan. Pada bangunan yang tidak dirancang atau dirawat dengan baik, dampaknya dapat berupa retakan pada dinding, kerusakan plafon, kaca pecah, hingga kerusakan pada elemen struktur seperti kolom, balok, dan fondasi. Kementerian PUPR menjelaskan bahwa pada prinsip bangunan tahan gempa, komponen nonstruktural seperti dinding, genting, dan kaca dapat mengalami kerusakan pada gempa tertentu, tetapi struktur bangunan harus tetap mampu menjaga bangunan agar tidak langsung roboh.
Bagian Rumah yang Perlu Diperhatikan
Tidak semua kerusakan setelah gempa selalu terlihat jelas. Karena itu, pemeriksaan sebaiknya tidak hanya berfokus pada bagian rumah yang tampak retak.
Dinding dan plafon dapat mengalami retakan atau kerusakan akibat guncangan. Kaca, pintu, dan jendela juga dapat pecah atau berubah posisi. Sementara itu, kerusakan pada kolom, balok, sambungan, dan fondasi perlu mendapat perhatian lebih karena berkaitan dengan struktur utama bangunan.
Selain bangunan, instalasi rumah juga perlu diperiksa. BMKG menyarankan untuk memeriksa kemungkinan kebocoran gas, arus pendek listrik, serta kerusakan pada pipa air setelah gempa. Bangunan yang sudah mengalami kerusakan juga sebaiknya tidak langsung dimasuki sebelum dipastikan aman, karena masih ada kemungkinan terjadi gempa susulan.
Apa yang Bisa Dilakukan untuk Mengurangi Risiko?
Mitigasi sebaiknya dilakukan sebelum gempa terjadi. Salah satu langkah penting adalah memastikan struktur dan kondisi rumah sesuai dengan karakteristik wilayahnya. BMKG juga menyarankan pemilik rumah untuk mengevaluasi dan, bila diperlukan, merenovasi struktur bangunan agar lebih mampu menghadapi risiko gempa.
Di dalam rumah, benda-benda berat seperti lemari atau rak sebaiknya ditempatkan dan dipastikan posisinya aman agar tidak mudah jatuh saat terjadi guncangan. Penghuni juga perlu mengetahui lokasi yang relatif aman di dalam rumah serta menyiapkan rencana evakuasi.
Namun, mitigasi tidak selalu dapat menghilangkan seluruh risiko. Gempa bumi merupakan peristiwa yang tidak dapat diprediksi secara tepat waktu maupun kekuatannya, sehingga perlindungan terhadap aset rumah juga dapat menjadi bagian dari pengelolaan risiko.
Perlindungan Tambahan untuk Rumah
Selain melakukan mitigasi, pemilik rumah dapat mempertimbangkan perlindungan asuransi untuk membantu menghadapi kerugian finansial akibat risiko yang dijamin.
Simas Rumah Hemat++ memiliki pilihan perluasan jaminan Gempa Bumi yang mencakup kerugian akibat Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi, dan Tsunami, termasuk kebakaran dan ledakan akibat gempa bumi, sesuai ketentuan polis.
Pada akhirnya, kesiapan menghadapi gempa bukan hanya tentang mengetahui apa yang harus dilakukan ketika bumi mulai berguncang. Memastikan rumah memiliki kondisi struktur yang baik, mengetahui langkah keselamatan, dan mempertimbangkan perlindungan terhadap aset dapat membantu mengurangi dampak yang mungkin muncul ketika risiko terjadi.
Sumber
BMKG, PUPR
