August 12, 2025

Pantai Tianya Haijiao: Romansa, Legenda, dan Keindahan di Ujung Tiongkok

Tianya Haijiao (天涯海角), Destinasi Romantis di Ujung Selatan Tiongkok

Tiongkok selama ini identik dengan Tembok Besar, namun negeri ini juga menyimpan banyak destinasi wisata indah lainnya. Salah satunya adalah Hainan, pulau kecil di ujung selatan Tiongkok yang kini menjelma menjadi surga wisata.

Dulu, Hainan dikenal sebagai tempat pembuangan tahanan politik dan terisolasi dari dunia luar. Siapa sangka, kini pulau ini justru menjadi primadona pariwisata, dengan pantai-pantai cantik dan suasana tropis yang memikat.

Tianya Haijiao (天涯海角), “Ujung Langit dan Tepian Laut”, adalah salah satu destinasi terkenal di Hainan. Terletak 24 kilometer dari Sanya, tempat ini sering disalahpahami sebagai titik paling selatan daratan Tiongkok, padahal secara geografis adalah Tanjung Jin Mu.

Karena letaknya yang jauh di selatan, Tianya Haijiao kerap dijuluki sebagai “Ujung Dunia”. Julukan ini memperkuat daya tariknya sebagai destinasi romantis, apalagi pada hari cerah saat pulau-pulau kecil tampak jelas di kejauhan.

Dalam sastra Tiongkok, Tianya Haijiao sering disebut dalam puisi-puisi cinta, seperti kalimat terkenal: "Aku akan mengikutimu hingga ke Tianya Haijiao", yang melambangkan kesetiaan pasangan. Tak heran, tempat ini menjadi tujuan favorit pengantin baru untuk bulan madu.

Kawasan wisata Tianya Haijiao terletak di Gunung Maling yang menghadap langsung ke laut. Saat berjalan menyusuri tepi pantai, Anda akan melihat sebuah batu dengan ukiran empat huruf Tionghoa: "Nan Tian Yi Zhu" (南天一柱), yang berarti “sebuah pilar yang berdiri di bagian selatan langit”.

Sejarah Tianya Haijiao

Konon, terdapat legenda menarik di balik batu bertuliskan "Nan Tian Yi Zhu" (南天一柱), yang menceritakan tentang nelayan dan dua dewi pelindung badai. Kisah ini menambah kekayaan mitologis kawasan Tianya Haijiao.

Dulu, nelayan di daerah ini sering terganggu badai saat melaut. Melihat penderitaan itu, dua bidadari berhati mulia turun ke bumi dan berubah menjadi dua batu besar di tepi pantai untuk melindungi para nelayan. Sejak saat itu, laut pun menjadi tenang setiap kali mereka melaut.

Namun, tindakan mereka membuat murka Sang Dewi Langit, guru para bidadari. Ia mengutus Dewa Petir untuk memanggil mereka kembali ke kahyangan. Kedua bidadari menolak, sehingga mereka dipecah menjadi dua—satu batu dilempar ke laut, satu lagi tetap di darat. Di dekat batu yang tersisa, terdapat batu lain bertuliskan "Hai Pan Nan Tian" (海判南天), yang berarti “laut dan langit menyatu” ukiran tertua di kawasan ini.

Sekitar 500 meter dari lokasi tersebut, terdapat dua batu ikonik lainnya: "Tianya" (天涯) dan "Haijiao" (海角). Di balik keduanya, tersimpan kisah cinta tragis ala Romeo dan Juliet.

Dikisahkan, sepasang kekasih muda melarikan diri karena hubungan mereka tidak direstui keluarga. Namun sesampainya di Hainan, utusan keluarga mereka sudah menunggu. Terjebak di tepi laut tanpa jalan keluar, mereka berpelukan dan melompat ke laut. Petir menyambar mereka di tengah badai, mengubah keduanya menjadi batu. Sementara para utusan berubah menjadi batu-batu kecil di sekitarnya.

Kini, dua batu ini dipandang sebagai simbol cinta sejati dan abadi. Karena kisahnya yang romantis dan menyentuh, banyak pasangan memilih Tianya Haijiao sebagai tempat untuk menggelar upacara pernikahan.

Di area ini, pengunjung dapat melihat berbagai patung dan monumen, termasuk patung tentara berkuda, meski tidak semuanya dilengkapi keterangan jelas. Salah satu yang paling menarik adalah patung Tianya Haijiao Asteroid, karya seorang profesor dari Universitas Xiamen. Patung berbentuk lingkaran dengan mutiara di tengah ini terinspirasi dari instrumen astronomi klasik, melambangkan Tianya Haijiao sebagai titik penting yang menghubungkan Tiongkok dengan alam semesta.

Dengan keindahan alam, nilai sejarah, dan kisah romantis yang menyentuh, Tianya Haijiao tak hanya memanjakan mata, tetapi juga menggugah hati.

Daya Tarik Tianya Haijiao

A. Batu Matahari dan Bulan (日月石)

Dua batu besar yang tampak seperti pasangan berpelukan jika dilihat dari jauh. "Matahari" melambangkan suami, dan "Bulan" melambangkan istri. Padahal sebenarnya keduanya adalah batu terpisah.

B. Batu Langit Selatan (南天一柱)

Batu besar dengan ukiran puisi karya Fan Yun-Ti. Namanya diterjemahkan bebas sebagai “Satu Pilar di Langit Selatan”.

C. Tebing Tian Ya (天涯)

Tebing dengan ukiran karya Cheng Zhe yang menjadi salah satu ikon kawasan ini.

D. Museum Kerang Prasejarah

Menampilkan koleksi kerang dari zaman purba, menambah nilai edukatif bagi pengunjung.

Itulah informasi seputar Pantai Tianya Haijiao di Sanya Hainan. Apakah Anda tertarik untuk berkunjung ke Hainan?

Sumber :

  1. "Tianya Haijiao, Pantai di Ujung Dunia yang Paling Romantis di Hainan": https://www.kompasiana.com/taufikuieks/
    64e6caed08a8b5580809bd22/tianya-haijiao-pantai-di-ujung-dunia-yang-paling-romantis-di-hainan?page=3&page_images=1.
  2. "Menelusuri Tianya Haijiao, Pantai Paling Ujung di China" https://news.detik.com/advertorial/d-3960284/menelusuri-tianya-haijiao-pantai-paling-ujung-di-china.
  3. https://en.wikipedia.org/wiki/Tianya_Haijiao.
  4. https://www.travelchinaguide.com/attraction/
    hainan/sanya/tianya.htm?srsltid=AfmBOootLldhYhhSktcUcgGVYLTu7ak
    ERxq7WbejwdN1bnJMfQOX60fR.