Persembahan Kathina: Jubah Kathina, Simbol Cinta Kasih dan Kemurnian Dhamma
Sebentar lagi Anda akan mempersembahkan jubah Kathina kepada Sangha. Upacara tahunan ini merupakan momen istimewa bagi umat untuk mempersembahkan jubah kepada Sangha, baik secara individu maupun berkelompok.
Keistimewaan Jubah Kathina
- Hanya sekali setahun. Jubah Kathina hanya dapat dipersembahkan satu kali dalam setahun di setiap vihara.
- Waktu terbatas. Persembahan hanya dilakukan antara akhir masa Vassa hingga purnama berikutnya, biasanya dari setelah purnama Oktober (Thadinkyut) hingga purnama November (Tazaungmon). Dalam periode ini, hanya satu persembahan Kathina yang sah di satu vihara.
- Dipersembahkan kepada Sangha. Persembahan ditujukan kepada komunitas Sangha, bukan individu.
Dalam Vinaya, Sangha berarti kelompok beranggotakan minimal empat bhikkhu. Satu hingga tiga bhikkhu belum disebut Sangha. Karena itu, ketika mempersembahkan jubah Kathina, Anda sesungguhnya mempersembahkan kepada seluruh komunitas bhikkhu di dunia.
Dalam Buddhisme Theravāda, istilah Sangha secara khusus merujuk pada para bhikkhu, bukan umat awam. Meskipun kini istilah ini kadang digunakan untuk kelompok meditasi umat, dalam konteks Vinaya, Sangha tetap bermakna komunitas bhikkhu.
Syarat Penerima Jubah Kathina
Untuk menerima jubah Kathina, Sangha harus menjalani masa Vassa tiga bulan penuh di satu vihara tanpa keluar bermalam lebih dari tujuh hari, kecuali dalam kondisi tertentu. Setelah Vassa berakhir, mereka melakukan upacara Pavāraṇā, yaitu saling mengundang untuk menegur dan memperbaiki diri. Hanya bhikkhu yang memenuhi syarat ini yang berhak menerima jubah Kathina.
Pelaksanaan di Masa Buddha
Pada masa Buddha, umat mempersembahkan kain belum jadi yang dijahit dan diwarnai oleh para bhikkhu dalam satu hari sebelum fajar. Seluruh bhikkhu berpartisipasi memotong, menjahit, mewarnai, hingga mengeringkan kain. Karena proses ini melelahkan, umat datang pagi-pagi membawa bahan dan makanan untuk mendukung para bhikkhu. Kini, umat mempersembahkan jubah yang sudah siap pakai.
Makna dan Asal-Usul Kaṭhina
Kata Kaṭhina berarti “keras” atau “kukuh”. Secara harfiah, istilah ini merujuk pada bingkai kayu untuk menjahit jubah, tetapi kini digunakan untuk menyebut jubah persembahan (Kaṭhina cīvara).
Menurut Vinaya Piṭaka, upacara Kaṭhina bermula ketika tiga puluh bhikkhu datang menemui Buddha di Jetavana setelah Vassa dengan jubah yang lusuh. Melihat hal itu, Buddha menetapkan aturan Kaṭhina agar umat dapat mempersembahkan jubah kepada bhikkhu yang telah menyelesaikan retret musim hujan.
Ketentuannya antara lain:
- Hanya bhikkhu yang menyelesaikan Vassa penuh yang berhak menerima.
- Waktu persembahan hanya satu bulan setelah Vassa.
- Jubah diserahkan secara resmi oleh minimal empat bhikkhu kepada satu bhikkhu terpilih.
- Bhikkhu yang telah menerima jubah Kaṭhina tidak dapat menerimanya lagi dalam bulan yang sama.
- Waktu persembahan berlangsung selama 24 jam, sejak matahari terbit hingga fajar keesokan harinya.
Bhikkhu penerima jubah Kaṭhina memperoleh lima keistimewaan (pañca kathinānisaṃsa):
- Boleh menghadiri undangan makan tanpa memberi tahu bhikkhu lain.
- Boleh bepergian tanpa membawa tiga set jubah lengkap.
- Dapat menikmati santapan bersama dengan empat bhikkhu atau lebih.
- Dapat menggunakan jubah tambahan sesuai kebutuhan.
- Dapat menerima jubah lain selama musim hujan atau perayaan Kaṭhina.
Nilai Spiritual dan Kebajikan
Dalam Mahāvagga disebutkan, persembahan jubah Kaṭhina adalah perbuatan bajik tertinggi. Kisah Venerable Nāgita Thera menggambarkan hal ini berkat mempersembahkan jubah Kaṭhina di kehidupan lampau, ia terlahir di surga berkali-kali dan akhirnya mencapai Arahatta.
Upacara Kaṭhina menunjukkan disiplin dan kemurnian Sangha. Bila syarat tidak terpenuhi, jubah hanya menjadi jubah biasa, bukan Kaṭhina cīvara. Namun, kebajikan umat tetap berbuah karena dilandasi keyakinan dan cinta kasih pada Tiratana.
Benih dan Ladang Kebajikan
Selama bulan Kaṭhina, umat berlomba menanam kebajikan. Hasilnya bergantung pada niat pemberi (benih) dan kemurnian penerima (ladang).
Persembahan yang baik datang dari pemberi yang bermoral, penuh sukacita sebelum, saat, dan setelah memberi, serta menggunakan hasil usaha yang benar. Sebaliknya, persembahan kepada penerima yang tidak bermoral atau serakah menghasilkan buah kebajikan yang kurang sempurna. Karena itu, bhikkhu harus menjaga moralitas dan menghindari cara hidup salah (micchājīva).
Kaṭhina: Pertemuan Dua Kepentingan Spiritual
Upacara Kaṭhina adalah pertemuan dua kepentingan spiritual:
- Bagi umat, Kaṭhina menjadi kesempatan menanam kebajikan, memurnikan batin, dan mendukung kelestarian Dhamma.
- Bagi Sangha, Kaṭhina menandai keberhasilan latihan selama Vassa, masa pemurnian diri dan penguatan disiplin.
Bhikkhu yang telah memurnikan diri menjadi ladang kebajikan bagi umat. Bila tidak ada bhikkhu yang memenuhi syarat, vihara tidak boleh mengadakan Kaṭhina.
Dengan demikian, Kaṭhina bukan sekadar upacara, melainkan simbol kemurnian, kebersamaan, dan saling dukung antara Sangha dan umat. Kemurnian inilah yang menumbuhkan kebajikan, membawa kebahagiaan sejati, dan menuntun menuju tujuan tertinggi Nibbāna, kebebasan dari penderitaan.
Itulah informasi mengenai Makna Berdana Jubah, dan arti dari Cinta Kasih di Hari Kathina. Selamat Hari Kathina.
Sumber:
- https://saraniya.com/buddhism/knowledge/
kathina-robe-offering/ - https://www.buddhistdoor.net/features/the-significance-of-the-kathina-robe-offering-ceremony/
- https://dhammavihari.or.id/blog/post/
persembahan-jubah-kathina-sebuah-renungan.