September 09, 2026

Risiko Abu Vulkanik dapat Merusak Kendaraan, Apa yang Perlu Diwaspadai?

Erupsinya Gunung Anak Krakatau, membuat sebagian besar orang di Jabodetabek merasakan dampak dari abu vulkanik. Abu vulkanik merupakan campuran material pecahan batuan, mineral, dan kaca vulkanik tajam yang sangat halus, sehingga langkah pencegahan dampaknya tidak bisa disamakan dengan debu biasa. Partikel abu vulkanik ini dapat bersifat keras dan abrasif, sehingga gesekan dengan permukaan kendaraan bisa menyebabkan goresan termasuk pada cat dan kaca. USGS juga mencatat bahwa abu dapat masuk ke berbagai celah kendaraan, menyumbat filter, dan juga mempercepat keausan sejumlah komponen.

Karena itu, dampak hujan abu volkanik pada kendaraan juga penting untuk diperhatikan, baik dari tampilan luar hingga ke dalam mesin. Dengan memahami risiko-risikonya, anda dapat mengurangi kemungkinan masalah lain untuk timbul setelah kendaraan kembali digunakan.

Mengapa Abu Vulkanik Bisa Menggores Kendaraan?

Abu vulkanik yang timbul akibat erupsi gunung, memiliki partikel yang sangat tajam dan bersifat abrasif. Ketika abu yang menempel pada bodi kendaraan langsung digosok dengan lap, kain, atau spons, partikel tersebut akan bergesekan dengan permukaan cat. Hal yang sama dapat terjadi pada kaca depan jika abu yang kering langsung disapu menggunakan wiper. Oleh karena itu, USGS juga menginfokan bahwa menggunakan wiper dengan keadaan kaca yang masih tertutup abu dapat menyebabkan goresan permanen.

Artinya, semakin tebal abu yang menempel, semakin penting untuk tidak langsung mengelapnya.


Bagian Kendaraan yang Sebaiknya Diperiksa

Tak hanya bodi kendaraan, berikut beberapa bagian kendaraan yang dapat terdampak abu vulkanik.

1. Bodi dan kaca
Ini merupakan bagian yang paling mudah terlihat. Abu yang menempel pada cat dapat menyebabkan goresan ketika dibersihkan dengan cara yang salah. Pada kaca, partikel abu yang terjepit di antara wiper dan permukaan kaca juga dapat meninggalkan bekas.

Salah satu langkah yang disarankan adalah membilas abu dengan air terlebih dahulu, kemudian membersihkan permukaannya. Hindari menyikat atau menggosok abu kering secara langsung.


2. Filter udara dan mesin
Partikel abu berukuran sangat kecil dapat masuk melalui sistem pemasukan udara dan menyumbat filter. Jika abu sampai masuk ke dalam mesin, partikel tersebut juga dapat meningkatkan keausan komponen.

USGS menyebutkan bahwa sistem penyaringan udara kendaraan perlu diperiksa setelah terpapar abu, dan filter mungkin perlu dibersihkan atau diganti lebih sering, terutama setelah berkendara dalam kondisi banyak abu.


3. Rem dan komponen bergerak
Abu yang masuk ke bagian rem atau berada di antara komponen yang bergerak dapat menyebabkan abrasi dan mempercepat keausan. Karena itu, kendaraan yang cukup lama digunakan di lingkungan dengan banyak abu sebaiknya mendapatkan pemeriksaan dan pembersihan pada bagian-bagian tersebut.


4. Radiator dan bagian dengan saluran udara
Abu juga dapat menyumbat saluran udara dan filter. Pada kondisi tertentu, penumpukan abu dapat mengurangi aliran udara sehingga meningkatkan risiko kendaraan mengalami panas berlebih.


Bagaimana Membersihkan Kendaraan Setelah Terkena Abu?

Jika hujan abu terjadi, hindari menggunakan kendaraan kecuali benar-benar diperlukan. Selain berpotensi merusak kendaraan, abu yang menumpuk di jalan dapat mengurangi jarak pandang dan membuat permukaan jalan lebih licin. Lakukan beberapa langkah berikut sebelum menggunakan kendaraan yang sudah terkena abu:

  1. Jangan langsung mengelap atau menyikat abu kering.
  2. Bilas permukaan kendaraan dengan air untuk membantu mengangkat partikel abu.
  3. Bersihkan kaca sebelum menggunakan wiper.
  4. Periksa filter udara dan komponen kendaraan yang memiliki saluran masuk udara.
  5. Jika kendaraan terpapar abu cukup banyak atau mengalami perubahan performa, lakukan pemeriksaan di bengkel.

Perlu diingat, cara pembersihan juga dapat berbeda tergantung jenis kendaraan. Untuk pemeriksaan dan penggantian komponen, sebaiknya tetap mengikuti rekomendasi pabrikan.

Kerusakan akibat abu vulkanik tidak selalu langsung terlihat. Goresan pada bodi atau kaca mungkin menjadi tanda yang paling mudah diperhatikan, tetapi abu juga dapat masuk ke sistem kendaraan dan mempercepat keausan komponen.

Karena itu, setelah kendaraan terkena hujan abu, pemeriksaan menyeluruh sama pentingnya dengan membersihkan bagian luarnya. Dengan mengetahui bagian yang rentan dan melakukan penanganan dengan tepat, risiko kerusakan kendaraan akibat paparan abu dapat diminimalkan.


Catatan: tingkat dampak abu vulkanik terhadap kendaraan dapat berbeda tergantung jumlah abu, karakteristik partikelnya, durasi paparan, serta seberapa sering kendaraan digunakan dalam kondisi tersebut. (National Weather Service)


Sumber
USGS, NWS