Kota Bengkulu : Perkembangan Administratif serta Simbolisme Lambangnya
Sejarah Berdirinya Kota Bengkulu
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1967 jo PP Nomor 20 Tahun 1968, Kota Bengkulu ditetapkan sebagai ibu kota Provinsi Bengkulu. Selanjutnya, UU Nomor 5 Tahun 1974 mengubah status Kotapraja menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Bengkulu.
Pada 1981, wilayah Kotamadya dibagi menjadi dua kecamatan: Teluk Segara dan Gading Cempaka. Berdasarkan PP Nomor 42 Tahun 1982, wilayah ini terdiri atas 38 kelurahan.
Kemudian, PP Nomor 46 Tahun 1986 memperluas wilayah kota dari 17,6 km² menjadi 144,52 km² yang mencakup empat kecamatan:
- Teluk Segara – 17 kelurahan dan 4 desa.
- Gading Cempaka – 21 kelurahan dan 2 desa.
- Selebar – 6 desa.
- Muara Bangkahulu – 5 desa.
Secara historis, Kota Bengkulu berdiri pada 17 Maret 1719, saat Gubernur Inggris diizinkan oleh raja-raja Bengkulu mendirikan pusat perdagangan di Pasar Marlborough (kini dikenal sebagai Pasar Malabero). Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Kota Bengkulu berdasarkan Peraturan Daerah Kotamadya Bengkulu Nomor 01 Tahun 1991.
Lambang Provinsi Bengkulu
Lambang Provinsi Bengkulu berbentuk perisai bertuliskan “Bengkulu”. Di dalamnya terdapat simbol bintang, cerana, rudus (senjata tradisional), bunga Rafflesia arnoldii, serta tangkai padi dan kopi.
Bintang melambangkan Ketuhanan Yang Maha Esa, cerana mencerminkan budaya luhur, dan rudus menandakan semangat kepahlawanan. Rafflesia arnoldii menggambarkan keunikan alam Bengkulu, sementara padi dan kopi menjadi simbol kesejahteraan rakyat.
Selain itu, terdapat gambar ombak berjumlah 18 garis, 11 daun kopi, setiap tangkai bunga kopi memiliki 6 bunga dan 8 tangkai. Seluruh angka tersebut merepresentasikan tanggal lahir Provinsi Bengkulu, yaitu 18 November 1968.
Lambang Kota Bengkulu
Lambang Kota Bengkulu berbentuk perisai menyerupai jantung bersudut lima dengan dasar hijau muda dan garis kuning di tepinya. Bentuk jantung melambangkan Kota Bengkulu sebagai pusat Provinsi Bengkulu serta semangat masyarakatnya dalam menjaga kejayaan dan kemakmuran daerah. Lima sudut perisai melambangkan dasar negara Pancasila yang menjadi pedoman hidup masyarakat.
Makna Unsur Lambang:
1. Nama “Kota Bengkulu”
Tertulis di pita putih dengan huruf hitam, melambangkan tekad rakyat Kota Bengkulu dalam memperjuangkan cita-cita suci.
2. Bintang
Bintang bersudut lima melambangkan keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta harapan akan keselamatan dan kebahagiaan.
3. Pedang Bersilang
Melambangkan keberanian para hulubalang atau prajurit sejak masa Kerajaan Ratu Agung dalam melindungi daerah dari musuh.
4. Cerana dan Alat Kesenian
Cerana (tempat sirih) serta gendang panjang menggambarkan kekhasan dan keluhuran budaya masyarakat Kota Bengkulu.
5. Laut (8 Gelombang)
Melambangkan letak geografis Kota Bengkulu di tepi Samudera Indonesia yang kaya hasil laut dan keindahan pantainya, termasuk Pantai Putri Gading Cempaka, yang dinamai untuk mengenang Putri ketujuh Ratu Agung dari Kerajaan Kota Selapan Bengkulu.
6. Setangkai Padi dan Daun Kelapa
Melambangkan sumber ekonomi utama masyarakat Bengkulu yang berasal dari pertanian dan perkebunan kelapa di wilayah pesisir dan pedalaman.
Motto Kota Bengkulu
“BENGKULU KOTA SEMARAK” yang berarti Sejuk, Meriah, Aman, Rapi, Kenangan.
Itulah informasi seputar Simbolisme Lambang Bengkulu. Apakah Anda semakin tertarik berkunjung ke Bengkulu? Ayo luangkan waktu liburan Anda untuk mengunjungi Bengkulu.
Disamping itu, jika Anda sedang berada di Bengkulu, jangan lupa untuk berkunjung ke Asuransi Sinar Cabang Bengkulu. Yuk kunjungi Asuransi Sinar Mas Cabang Bengkulu pada halaman berikut:
Asuransi Sinar Mas Cabang Bengkulu
Perkuat rasa cintamu pada Indonesia dengan menambah wawasan budaya nusantara di saluran whatsapp ini.
Sumber:
- https://id.wikipedia.org/wiki/Lambang_Bengkulu.
- https://profil.bengkulukota.go.id/lambang-daerah-dan-artinya/
- https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Lambang_Bengkulu.
- https://blogkasihpunya.blogspot.com/2016/11/arti-lambang-dan-sekilas-kota-bengkulu.html.