October 29, 2025

Warisan Budaya Solo: Tradisi dan Ritual yang Tetap Hidup di Tengah Modernitas

Tradisi dan Ritual di Kota Solo

Selain kulinernya, Kota Solo di Jawa Tengah juga dikenal dengan beragam tradisi dan ritual yang masih lestari hingga kini. Kota ini memiliki banyak ikon budaya yang mencerminkan citranya sebagai pusat kebudayaan Jawa, sejalan dengan slogannya, “Solo, The Spirit of Java.”

Berbagai upacara tradisional tetap dijaga dan dilaksanakan, bahkan di era modern, sebagai ungkapan rasa syukur atas karunia Tuhan sekaligus menjaga kerukunan dan keberagaman masyarakat.

Jika berencana berlibur ke Solo, sempatkan untuk mengenal tradisi-tradisi yang masih dilestarikan berikut ini.

1. Sekaten

Sekaten merupakan agenda tahunan Keraton Solo yang digelar menjelang Maulid Nabi Muhammad SAW. Puncak acaranya adalah Grebeg Maulid, yaitu pembagian gunungan berisi hasil bumi dan makanan kepada masyarakat. Perayaan Sekaten juga dimeriahkan dengan pasar malam selama beberapa pekan.

Tradisi khas Sekaten meliputi penabuhan gamelan Kyai Guntur Madu dan Kyai Guntur Sari sebagai tanda dimulainya acara, kebiasaan mengunyah daun sirih (nginang), dan makan telur asin.

Secara historis, Sekaten bermula pada tahun 1477 saat Raden Patah membangun Masjid Demak. Untuk menarik minat masyarakat terhadap Islam, diadakan syiar keagamaan selama tujuh hari menjelang kelahiran Nabi Muhammad SAW.

2. Kirab Malam 1 Sura

Perayaan Malam 1 Sura pertama kali diselenggarakan oleh Sultan Agung, penguasa Kerajaan Mataram Islam, sebagai bentuk peringatan Tahun Baru Islam.

Ritual ini mencakup tapa bisu, tirakatan, kungkum, kirab budaya, dan pencucian benda pusaka. Di Solo, Kirab Malam 1 Sura menjadi daya tarik tersendiri karena melibatkan kebo bule, kerbau albino yang dianggap keramat oleh masyarakat.

Kirab biasanya menempuh rute sekitar 3 kilometer. Pusaka-pusaka yang diyakini memiliki kekuatan magis dibawa oleh abdi dalem berbusana Jawa lengkap (Jangkep). Tradisi ini digelar setiap malam menjelang tanggal 1 Sura di Keraton Surakarta dan Puro Mangkunegaran.

3. Grebeg Sudiro

Grebeg Sudiro merupakan bentuk akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa yang mulai dilaksanakan pada tahun 2007. Tradisi ini berakar dari ritual Buk Teko, yaitu tradisi syukuran menjelang Tahun Baru Imlek yang telah dilakukan sejak masa pemerintahan Paku Buwana X.

Kini, Grebeg Sudiro menjadi acara tahunan yang bertujuan mempererat persaudaraan warga tanpa membedakan suku, agama, atau ras. Perayaan biasanya dipusatkan di kawasan Pasar Gede, Balong (Kelurahan Sudiroprajan), dan Balai Kota Solo.

4. Sadranan

Tradisi Sadranan, atau dikenal juga sebagai Ruwahan, digelar menjelang bulan Ramadan, tepatnya pada bulan Sya’ban. Masyarakat memanjatkan doa bagi leluhur agar diampuni dosanya, diterima amal baiknya, dan mendapat tempat layak di sisi Tuhan.

Menurut sumber dari IAIN Surakarta, tradisi ini sudah ada sejak abad ke-15, ketika masyarakat Hindu dan Buddha melakukannya untuk memuja roh. Setelah Islam berkembang, Wali Songo mengubah tujuannya menjadi bentuk doa dan permohonan kepada Allah. Hingga kini, masyarakat Solo tetap menjaga tradisi ini sebagai wujud penghormatan kepada leluhur.

5. Tari Bedhaya Ketawang

Tari Bedhaya Ketawang merupakan ritual sakral Keraton Solo yang hanya dipentaskan sekali dalam setahun untuk memperingati kenaikan takhta raja. Dalam sejarah Kerajaan Mataram, tidak ada tarian yang lebih sakral dari Bedhaya Ketawang.

Tarian berdurasi dua jam ini mengisahkan percintaan Panembahan Senapati dengan Kanjeng Ratu Kencana Hadisari atau Ratu Pantai Selatan, terdiri dari tiga bait cerita.

Bedhaya Ketawang ditarikan oleh sembilan perempuan, melambangkan sembilan lubang pada tubuh manusia. Para penari mengenakan busana dan riasan menyerupai pengantin, dengan dodot bermotif hewan yang menghadap ke telaga, melambangkan kesucian dan keagungan.

6. Solo Batik Karnaval

Solo Batik Karnaval merupakan acara tahunan yang diselenggarakan Pemerintah Kota Surakarta. Para peserta menampilkan kostum spektakuler bertema batik dan berjalan di atas catwalk sepanjang Jalan Slamet Riyadi. Acara ini menjadi wadah ekspresi kreativitas sekaligus ajang promosi batik sebagai warisan budaya kebanggaan Solo.

Itulah informasi seputar Warisan Budaya Solo. Apakah Anda semakin tertarik untuk berkunjung ke Solo?

Disamping itu, jika Anda sedang berada di Solo, jangan lupa untuk berkunjung ke Asuransi Sinar Mas Cabang Solo. Yuk kunjungi Asuransi Sinar Mas Cabang Solo pada halaman berikut: 

1. Asuransi Sinar Mas Cabang Solo

2. Asuransi Sinar Mas Kantor Pemasaran Agency Solo

Perkuat rasa cintamu pada Indonesia dengan menambah wawasan budaya nusantara di saluran whatsapp ini.

Jelajah Nusantara

Sumber:

  1. https://solopos.espos.id/ritual-di-solo-yang-masih-legendaris-hingga-sekarang-1071033.
  2. https://labirutour.com/blog/tradisi-budaya-solo.
  3. https://elingsolo.com/Portal/beritaSingle/148.