January 23, 2026

Cheongsam dan Changshan: Pakaian Tradisional Tionghoa dalam Perayaan Imlek

Cheongsam (长包)

Cheongsam (长包) atau qipao adalah pakaian tradisional wanita Tionghoa yang kerap dikenakan saat perayaan Imlek. Berbentuk gaun panjang dengan beragam motif, cheongsam identik dengan warna merah yang melambangkan keberuntungan dan kebahagiaan dalam tradisi Tionghoa.

Cheongsam dalam bahasa Kanton berarti gaun panjang. Dalam bahasa Mandarin, pakaian ini disebut qipao dan dikenal sebagai busana khas wanita Tionghoa yang menonjolkan keanggunan siluet tubuh.

Sejarah Perkembangan Cheongsam

Cheongsam diyakini telah ada sejak Dinasti Qing (1644–1911). Pada masa itu, busana ini belum populer karena wanita Tionghoa lebih sering mengenakan pakaian dua potong berupa atasan dan rok atau celana. Cheongsam juga kalah populer dibanding changshan atau changpao yang dikenakan pria.

Pada 1912, sekelompok mahasiswi di Shanghai mulai mengenakan cheongsam sebagai bentuk modifikasi jubah pria dalam upaya mendorong kesetaraan gender. Awalnya, cheongsam dibuat dari katun dengan desain longgar dan polos. Seiring waktu, gaya ini menarik minat banyak wanita dan berkembang menjadi tren.

Popularitas cheongsam mencapai puncaknya pada akhir 1920-an hingga 1960-an. Busana ini menjadi pakaian standar wanita Tionghoa di kota-kota besar seperti Shanghai, Hong Kong, Taiwan, dan Singapura. Pengaruh budaya Barat membuat desain cheongsam semakin berani dan mengikuti lekuk tubuh.

Namun, popularitasnya sempat menurun ketika pemerintahan komunis berkuasa di Tiongkok. Ideologi egaliter mendorong penggunaan busana sederhana berupa jaket dan celana panjang. Memasuki 1970-an, cheongsam tak lagi digunakan sebagai pakaian sehari-hari dan lebih sering dikenakan pada acara khusus, seperti Imlek.

Bentuk dan Bahan Cheongsam

Cheongsam merupakan gaun selubung dengan ciri khas kerah tinggi, belahan samping, serta bukaan asimetris di bagian depan yang dihiasi kancing bunga atau hua niu.

Bahan cheongsam beragam, disesuaikan dengan musim dan acara, antara lain:

  1. Sutra
  2. Satin
  3. Brokat
  4. Beludru
  5. Renda
  6. Katun

Cheongsam untuk siang hari umumnya berdesain sederhana, sedangkan versi malam hari tampil lebih mewah dengan hiasan payet dan manik-manik.

Makna Cheongsam

Cheongsam merupakan simbol identitas wanita Tionghoa. Bagi generasi tua, busana ini mencerminkan keanggunan, martabat, dan nilai budaya. Sementara itu, generasi muda memandang cheongsam sebagai bagian dari mode yang terus berkembang, dengan desain modern yang menyesuaikan gaya hidup masa kini.

Selain menjadi ikon fesyen global dan kerap tampil di karpet merah, cheongsam juga memiliki makna budaya yang kuat. Busana ini sering dikenakan dalam festival dan acara adat sebagai wujud kebanggaan terhadap warisan budaya Tionghoa.

Hingga kini, cheongsam tetap menjadi simbol keindahan yang timeless serta berperan penting dalam melestarikan budaya dan sejarah fesyen wanita Tionghoa.

Itulah informasi tentang pakaian Cheongsam sebagai pakaian adat Imlek wanita. Lantas apa pakaian adat khas pria? Simak selengkapnya disini:

Changshan (长衫)

Changshan (Hanzi: 長衫; harfiah: kemeja panjang), juga dikenal sebagai changpao (jubah panjang) atau dagua (jaket besar), merupakan pakaian tradisional pria Tionghoa. Busana ini berasal dari qizhuang pada masa Dinasti Qing, yaitu pakaian khas suku Manchu, yang kemudian dikembangkan oleh masyarakat Tionghoa Han melalui modifikasi hanfu Dinasti Ming dengan mengadopsi unsur busana pria Manchu.

Secara fungsi, changshan sering dianggap sebagai versi pria dari cheongsam atau qipao yang dikenakan oleh wanita. Dalam penggunaannya, changshan kerap dipadukan dengan magua, yakni jaket pendek yang dikenakan di bagian luar.

Changshan dalam Tradisi dan Sejarah

Di Indonesia, changshan juga dikenal sebagai samsi dan umum dikenakan saat perayaan Imlek. Desainnya cenderung longgar, sederhana, dan berpotongan lurus, sehingga memberi kesan formal dan berwibawa.

Pada masa Dinasti Qing, changshan merupakan pakaian penting dalam kehidupan sosial pria Tionghoa. Busana ini dikenakan dalam berbagai acara resmi dan perayaan besar, serta menjadi simbol status sosial dan identitas budaya. Variasi desain changshan pada masa itu mencerminkan strata sosial pemakainya.

Kalangan bangsawan dan pejabat biasanya mengenakan changshan berbahan halus dengan ornamen lebih rumit serta dilengkapi mantel panjang atau aksesori tertentu. Sementara itu, masyarakat kelas menengah dan bawah mengenakan changshan dengan desain yang lebih sederhana dan bahan yang lebih praktis, meskipun tetap mencerminkan kehormatan dan kedudukan sosial.

Sebelum pengaruh budaya Barat menguat, changshan bahkan menjadi pakaian sehari-hari bagi pria dari kalangan atas dan menengah. Namun, seiring perubahan zaman dan runtuhnya Dinasti Qing, penggunaan changshan perlahan berkurang dan tidak lagi diwajibkan.

Changshan di Masa Kini

Saat ini, changshan jarang dikenakan dalam kehidupan sehari-hari. Busana ini lebih sering digunakan pada acara-acara tertentu yang bersifat formal dan bernilai tradisi, seperti perayaan Imlek, pernikahan, dan upacara adat. Meski telah mengalami berbagai modifikasi modern, ciri khas changshan tetap dipertahankan sehingga identitas budayanya tidak hilang.

Makna Warna Merah pada Changshan dan Cheongsam

Changshan dan cheongsam sering hadir dalam warna merah, terutama saat Imlek. Warna ini memiliki makna penting dalam budaya Tionghoa dan juga mendominasi berbagai ornamen perayaan, biasanya dipadukan dengan warna emas.

Merah dipercaya sebagai simbol keberuntungan, kebahagiaan, vitalitas, kemakmuran, serta perlindungan dari energi negatif. Oleh karena itu, mengenakan pakaian merah saat Tahun Baru Imlek diyakini dapat membawa keberuntungan dan menolak hal-hal buruk sepanjang tahun.

Hingga kini, changshan tetap menjadi simbol kehormatan dan kebanggaan budaya Tionghoa. Meski penggunaannya terbatas, makna tradisi dan filosofi yang melekat pada pakaian ini terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Sumber:

  1. "Sejarah dan Makna Pakaian Cheongsam yang Lekat dengan Imlek" https://news.detik.com/berita/d-6524880/sejarah-dan-makna-pakaian-cheongsam-yang-lekat-dengan-imlek.

  2. https://rri.co.id/hobi/547619/mengenal-cheongsam-pakaian-adat-khas-imlek.

  3. https://kumparan.com/hello-ladies/mengenal-sejarah-cheongsam-pakaian-tradisional-wanita-tiongkok-1zea4nk5Vvr/full.

  4. https://id.wikipedia.org/wiki/Changshan.

  5. https://kumparan.com/kumparanwoman/
    mengenal-cheongsam-and-changshan-
    baju-khas-tionghoa-yang-dipakai-saat-
    imlek-1zfvclYq46z/full.

  6. https://rri.co.id/lain-lain/1287781/changshan-baju-khas-pria-yang-dikenakan-saat-imlek.