June 30, 2026

Tips Mengurangi Risiko dalam Transaksi Keuangan Digital

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam cara masyarakat melakukan transaksi keuangan. Saat ini, berbagai aktivitas seperti transfer dana, pembayaran tagihan, belanja online, investasi, hingga pembelian asuransi dapat dilakukan dengan mudah melalui perangkat digital. Kemudahan tersebut memberikan banyak manfaat, mulai dari efisiensi waktu hingga akses layanan keuangan yang lebih luas. 

Namun, di balik kemudahan tersebut, terdapat berbagai risiko yang perlu diwaspadai. Kejahatan siber, penipuan online, pencurian data pribadi, hingga penyalahgunaan akun keuangan digital semakin marak terjadi seiring meningkatnya penggunaan layanan digital. Oleh karena itu, setiap pengguna perlu memahami langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga keamanan saat bertransaksi secara digital. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan untuk mengurangi risiko dalam transaksi keuangan digital : 

1. Gunakan Layanan Keuangan yang Resmi dan Terdaftar
Sebelum menggunakan aplikasi atau platform keuangan digital, pastikan layanan tersebut berasal dari lembaga yang resmi dan telah memperoleh izin dari regulator yang berwenang. Penggunaan layanan yang legal memberikan perlindungan yang lebih baik bagi konsumen karena penyelenggara wajib memenuhi standar keamanan dan perlindungan data yang berlaku. Kamu dapat memeriksa legalitas perusahaan melalui situs resmi regulator seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau Bank Indonesia (BI).

2. Jaga Kerahasiaan PIN, Password, dan Kode OTP
PIN, password, dan One-Time Password (OTP) merupakan informasi rahasia yang berfungsi sebagai kunci akses ke akun keuangan digital. Jangan pernah memberikan informasi tersebut kepada siapapun, termasuk pihak yang mengaku sebagai petugas bank atau penyedia layanan keuangan. Perlu diingat bahwa lembaga keuangan resmi tidak pernah meminta PIN, password, atau kode OTP melalui telepon, pesan singkat, email, maupun media sosial.

3. Gunakan Password yang Kuat dan Unik
Password yang kuat dapat membantu melindungi akun dari upaya peretasan. Gunakan kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol agar password lebih sulit ditebak. Selain itu, hindari menggunakan password yang sama untuk beberapa akun. Jika satu akun berhasil diretas, penggunaan password yang berbeda dapat mencegah pelaku mengakses akun lainnya.

4. Aktifkan Autentikasi Dua Faktor (2FA)
Autentikasi dua faktor atau Two-Factor Authentication (2FA) merupakan lapisan keamanan tambahan yang mengharuskan pengguna melakukan verifikasi lebih dari satu tahap sebelum dapat mengakses akun.

Dengan mengaktifkan 2FA, risiko pembobolan akun dapat diminimalkan karena pelaku tidak hanya memerlukan password, tetapi juga kode verifikasi atau autentikasi tambahan yang hanya dimiliki oleh pengguna.

5. Waspadai Tautan dan Pesan Mencurigakan
Salah satu modus penipuan yang sering terjadi adalah phishing, yaitu upaya memperoleh data pribadi melalui tautan atau situs palsu yang menyerupai situs resmi. Sebelum mengklik tautan yang diterima melalui email, pesan singkat, atau media sosial, pastikan sumbernya terpercaya. Jika ragu, akses langsung situs atau aplikasi resmi tanpa melalui tautan yang dikirimkan oleh pihak lain.

Transaksi keuangan digital memberikan kemudahan, kecepatan, dan efisiensi dalam berbagai aktivitas keuangan. Namun, kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan kesadaran akan pentingnya keamanan digital. Berbagai risiko seperti pencurian data, penipuan online, phishing, dan pembobolan akun dapat diminimalkan apabila pengguna menerapkan langkah-langkah pencegahan yang tepat. Dengan menggunakan layanan yang resmi, menjaga kerahasiaan data, mengaktifkan fitur keamanan tambahan, mewaspadai berbagai modus penipuan, serta terus meningkatkan literasi keuangan dan digital, masyarakat dapat menikmati manfaat transaksi keuangan digital secara aman dan bertanggung jawab.


Sumber
OJK, BI dan Komdigi