Pola Makan Sehat vs Discretionary Foods di Indonesia
Studi “Healthy diets are affordable but often displaced by other foods in Indonesia” (Costlow et al., 2025) menemukan bahwa lebih dari 98% rumah tangga sebenarnya memiliki pendapatan cukup untuk memenuhi pedoman diet sehat menggunakan pilihan bahan lokal murah. Namun, hampir semua rumah tangga tetap mengonsumsi sejumlah besar makanan discretionary (yang tinggi gula, garam, lemak, atau olahan) dan terlalu sedikit buah, sayur dan kacang-kacangan.
Discretionary Foods
Discretionary Foods adalah istilah dalam gizi yang merujuk pada makanan dan minuman yang tidak termasuk dalam kelompok makanan pokok bergizi, karena tidak diperlukan untuk memenuhi kebutuhan gizi harian, dan biasanya tinggi kalori tetapi rendah zat gizi penting seperti vitamin, mineral, dan serat.
Discretionary foods adalah makanan atau minuman yang mengandung banyak lemak jenuh, gula tambahan, garam, atau alkohol, serta memberikan energi tinggi namun sedikit manfaat gizi. Dengan kata lain, ini adalah makanan “opsional” atau boleh dikonsumsi sesekali, tetapi tidak seharusnya menjadi bagian rutin dari diet harian. Contohnya: Gorengan, kue manis, minuman boba, mie instan, dan makanan cepat saji.
Mengapa Kita cenderung Salah Pilih ?
Peneliti menemukan bahwa harga bukan satusatunya alasan. Faktor yang memengaruhi pilihan makan masyarakat Indonesia antara lain:
- Selera: terbiasa dengan rasa gurih, manis, dan pedas yang kuat.
- Gaya hidup cepat: banyak orang makan di luar rumah karena sibuk.
- Iklan & media sosial: makanan manis dan cepat saji lebih sering dipromosikan.
- Kebiasaan keluarga: sejak kecil terbiasa jajan atau makan dalam porsi besar.
Dampak Jika Pola Ini Terus Berlanjut
Konsumsi makanan discretionary secara berlebihan bisa memicu:
- Obesitas & kolesterol tinggi.
- Diabetes tipe 2.
- Penyakit jantung & hipertensi.
- Penurunan fokus, konsentrasi dan energi harian.
- Nutrisi mikro (vitamin, mineral, serat) jadi kurang, yang bisa memicu masalah imun, gangguan pencernaan, dan penyakit kronis.
- Biaya kesehatan jangka panjang bisa tinggi: pengobatan penyakit tidak menular, komplikasi ginjal, jantung, dll.
Tips Praktis Untuk Balik ke Pola Makan Sehat
- Mulai pagi hari dengan sarapan bergizi: tambahkan buah + sumber protein seperti tahu dan telur.
- Bawa bekal buah atau kacang sebagai camilan, hindari snack manis atau gorengan setiap hari.
- Tambahkan sayur di setiap makan (sayur rebus, lalapan, sayur tumis sederhana).
- Masak atau persiapan makanan di rumah agar kontrol bahan lebih baik.
- Pilih restoran yang menyertakan sayur atau opsi sehat dalam menu nya.
- Batasi minuman manis sebagai gantinya pilih air putih atau teh tawar.
- Perhatikan label gizi: hindari tinggi gula/garam/perasa yang sangat umum di produk makanan olahan.
- Libatkan seluruh anggota keluarga, karena bila semua anggota rumah ikut pola sehat, motivasi saling mendukung.
Fakta vs Mitos
| Mitos | Fakta |
| “Makanan sehat selalu mahal.” | Studi Costlow (2025) menunjukan bahan pangan lokal yang sehat cukup mampu dijangkau oleh lebih dari 98% rumah tangga jika dipilih dengan tepat. |
| “Sedikit sayur dan buah bisa diganti dengan suplemen.” | Suplemen tidak menggantikan serat, vitamin, mineral alami dalam buah & sayur. plus, makanan utuh punya manfaat sinergis yang tidak bisa direplikasi suplemen. |
| “Iklan makanan tidak punya pengaruh kuat.” | Penelitian di media sosial menunjukan iklan sangat efektifanak & dewasa terpengaruh; pilihan makanan bergantung banyak pada promosi. |
Apa yang Pemerintah & Komunitas Bisa Lakukan
- Kebijakan labeling makanan yang lebih jelas (traffic light / “tinggi gula/garam/lemak”).
- Pembatasan iklan makanan tidak sehat terutama di depan sekolah atau di media anak-anak.
- Program edukasi gizi di sekolah & masyarakat agar kesadaran makan makanan bergizi seperti buah & sayur meningkat.
- Memberikan Insentif untuk produsen lokal agar menyediakan produk sehat dengan harga terjangkau.
Penutup
Mulai lah hari dengan satu pilihan sehat: lebih banyak buah, sayur, kacang-kacangan, kurangi makanan yang cepat saji dan tinggi gula.
Kebiasaan kecil harian inilah yang lama-lama membentuk pola hidup sehat jangka panjang.
Untuk informasi kesehatan terkini, ikuti: Instagram: @KonsultasiDokterSehatku
Bila memiliki ide tentang judul Newsletter Kesehatan berikutnya, kirim email ke : cs_simassehat@sinarmas.co.id
Salam sehat,
Team Dokter Simas Sehat