July 10, 2026

Gunung Api Purba Nglanggeran: Pesona Gunung Berapi Purba di Gunungkidul

Gunung Api Purba Nglanggeran merupakan salah satu destinasi wisata alam paling populer di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Berbeda dengan gunung berapi aktif pada umumnya, kawasan ini merupakan sisa gunung api purba yang telah terbentuk jutaan tahun lalu dan kini menjadi tujuan favorit bagi wisatawan yang ingin menikmati pendakian ringan, panorama alam, sekaligus belajar mengenai warisan geologi Indonesia.

Keunikan Nglanggeran terletak pada formasi batuan vulkanik raksasa yang menjulang tinggi. Selain menawarkan pemandangan yang memukau, kawasan ini juga dikelola dengan konsep pariwisata berbasis masyarakat (community-based tourism), sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar. Tak heran jika Gunung Api Purba Nglanggeran menjadi salah satu geosite unggulan dalam kawasan UNESCO Global Geopark Gunung Sewu.

Sejarah Geologi Gunung Api Purba Nglanggeran
Secara geologi, Gunung Api Purba Nglanggeran memiliki nilai ilmiah yang sangat penting. Para ahli memperkirakan gunung ini merupakan sisa aktivitas vulkanik yang terjadi sekitar 60 juta tahun lalu. Berbeda dengan gunung berapi aktif saat ini, Nglanggeran merupakan kompleks gunung api purba yang sudah tidak lagi mengalami aktivitas vulkanik.

Penelitian juga menunjukkan bahwa kawasan ini dulunya merupakan gunung api bawah laut. Seiring pergerakan lempeng tektonik selama jutaan tahun, daratan tersebut terangkat hingga akhirnya berada di atas permukaan laut seperti yang terlihat sekarang.

Formasi batuan andesit yang mendominasi kawasan ini menjadi ciri khas tersendiri. Keberadaannya tampak kontras dengan bentang alam Kabupaten Gunungkidul yang sebagian besar didominasi batuan kapur (karst). Perbedaan inilah yang menjadikan Nglanggeran sebagai lokasi penting untuk penelitian geologi, pendidikan, sekaligus pengembangan geowisata.

Jalur Pendakian Gunung Api Purba Nglanggeran
Jalur pendakian Gunung Api Purba Nglanggeran tergolong ramah bagi pendaki pemula yang memiliki kondisi fisik cukup baik. Meski demikian, beberapa bagian jalur cukup menantang karena terdiri atas tanjakan berbatu, anak tangga alami, serta jalur sempit yang mengharuskan pengunjung melewati celah atau bebatuan besar.

Setibanya di puncak, wisatawan akan disuguhi panorama perbukitan hijau, kawasan permukiman, hingga bentang alam Gunungkidul yang membentang luas. Banyak pengunjung memilih mendaki saat dini hari untuk menikmati matahari terbit atau pada sore hari ketika cuaca lebih sejuk dan pemandangan matahari terbenam terlihat lebih indah.

Tak jauh dari kawasan pendakian terdapat Embung Nglanggeran, sebuah waduk buatan di atas bukit yang menjadi destinasi favorit untuk bersantai sambil menikmati panorama alam dari ketinggian.

Lebih dari sekadar tempat wisata, Gunung Api Purba Nglanggeran menjadi contoh sukses penerapan ekowisata berbasis masyarakat. Pengelolaan kawasan dilakukan dengan melibatkan warga setempat sehingga mampu menciptakan keseimbangan antara pelestarian lingkungan, pelindungan warisan geologi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark Gunung Sewu, kawasan ini juga berperan sebagai sarana edukasi mengenai sejarah bumi, proses geologi, serta pentingnya menjaga kelestarian alam. Melalui pendekatan tersebut, Gunung Api Purba Nglanggeran tidak hanya menjadi destinasi wisata yang menarik, tetapi juga menjadi contoh bagaimana konservasi dan pembangunan ekonomi lokal dapat berjalan berdampingan.


Sumber
Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda & Olahraga Kab. Gunungkidul