January 28, 2026

Sejarah Pendidikan di Jambi: Perjalanan Panjang dari Sriwijaya hingga Era Modern

Pendidikan di Jambi dari Masa ke Masa

Pendidikan di Jambi telah ada sejak masa Pemerintah Hindia Belanda. Saat itu, sekolah di tiap desa memiliki masa belajar tiga hingga lima tahun, dengan pembiayaan ditanggung oleh marga-marga setempat. Pada awalnya, sekolah-sekolah Belanda hanya menerima anak-anak demang dan saudagar. Berdasarkan catatan Tiongkok, sejak tahun 683 M Kerajaan Melayu telah menjadi bagian dari Sriwijaya.

Pada tahun 689, I-Tsing dan asistennya, pendeta Cheng Ho, berkunjung ke Sriwijaya dan Melayu. Bahkan, I-Tsing menyarankan para pendeta Tiongkok yang hendak belajar ke India agar terlebih dahulu berlatih di sini selama dua hingga tiga bulan. Hal ini menunjukkan tingginya tingkat pendidikan di Jambi pada masa itu.

Tokoh-tokoh penting pada masa itu antara lain Sakyakirti, Dharmapala, dan Dharmakirti.

  1. Sakyakirti dikenal dalam bidang ekonomi dan perniagaan.
  2. Dharmapala dalam bidang hukum dan pendidikan.
  3. Dharmakirti dalam bidang agama dan kebudayaan.

Ketiganya merupakan mahaguru di perguruan tinggi Sriwijaya yang mendidik lebih dari 1.000 murid dari berbagai daerah. Banyak di antara murid tersebut yang melanjutkan studi ke Nalanda, India, setelah mempelajari Sabda Vidya (tata bahasa Sanskerta) di Sriwijaya. Hal ini menunjukkan pentingnya pendidikan bahasa dan pengetahuan di Jambi pada masa itu.

Masa Kolonial Belanda

Kebijakan Politik Etis pada awal abad ke-20 membawa perubahan besar pada sistem pendidikan bumiputra, meski pelaksanaannya sering menyimpang. Sejak tahun 1901, pemerintah kolonial mendirikan sekolah berorientasi Barat seperti Europeesche Lagere School (ELS), Hollandsch Inlandsche School (HIS), dan Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO).

Pendidikan Barat ini kemudian diperkenalkan pula di Afdeling Jambi melalui pendirian sekolah desa (volksschool) dengan masa belajar tiga tahun. Murid yang berprestasi dapat melanjutkan ke sekolah sambungan (vervolgschool) selama dua tahun.

Sekolah HIS semula diperuntukkan bagi anak demang dan saudagar. Namun, seiring meningkatnya jumlah saudagar di Jambi, semakin banyak anak mereka yang diterima. Meski demikian, banyak siswa yang masih lemah dalam bahasa Belanda. Di sisi lain, pemerintah kolonial membatasi perkembangan pendidikan dan budaya lokal dengan berbagai peraturan.

Setelah Sultan Thaha Syaifuddin gugur pada 1904, Belanda menguasai Jambi dan mulai memberlakukan izin mengajar pada tahun 1905. Pada 1925, pengajar agama Islam di madrasah diwajibkan melapor kepada pemerintah. Kebijakan ini semakin membatasi pendidikan Islam di daerah tersebut.

Memasuki 1930-an, pemerintah kolonial memperketat pengawasan terhadap sekolah swasta. Semua sekolah nonpemerintah dan guru-gurunya wajib memperoleh izin, dan materi pelajaran harus sesuai dengan aturan kolonial.

Kebijakan diskriminatif ini memperlebar kesenjangan antara sekolah bumiputra dan sekolah pemerintah. Sekolah Barat menggunakan bahasa Belanda, sedangkan sekolah bumiputra memakai bahasa Melayu atau bahasa daerah, dan pembukaannya lebih didasarkan pada kepentingan kolonial daripada kebutuhan masyarakat.

Dengan demikian, pendidikan modern di Jambi lahir dari perpaduan antara sistem pendidikan tradisional dan pengaruh Barat yang diperkenalkan Belanda pada awal abad ke-20. Beberapa sekolah yang ada saat itu antara lain Europeesche Lagere School, De Eerste Klasse School, Hollandsch Inlandsche School, De Tweede Klasse School, Volkschool, Vervolgschool, Sekolah Partikelir Tionghoa, dan Sekolah Kejuruan.

Pendidikan Inklusif di Jambi

Pendidikan inklusif merupakan langkah strategis untuk menjamin kesetaraan hak belajar bagi semua anak, termasuk ABK. Psikolog UIN STS Jambi, Ridwan, menegaskan bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan tanpa diskriminasi. Sekolah umum, dari jenjang TK hingga perguruan tinggi, harus membuka akses setara bagi anak berkebutuhan khusus.

Itulah informasi seputar Sejarah Pendidikan di Jambi, Apakah Anda semakin tertarik untuk berkunjung ke Jambi? Ayo luangkan waktu liburan Anda untuk mengunjungi Jambi

Disamping itu, jika Anda sedang berada di Jambi, jangan lupa untuk berkunjung ke Asuransi Sinar Mas Cabang Jambi. Yuk kunjungi Asuransi Sinar Mas Cabang Jambi pada halaman berikut:

1. PT Asuransi Sinar Mas Cabang Jambi

2. PT Asuransi Sinar Mas Kantor Pemasaran Muara Bungo

Perkuat rasa cintamu pada Indonesia dengan menambah wawasan budaya nusantara di saluran whatsapp ini.

Jelajah Nusantara

Sumber:

  1. "Gubernur Jambi Tinjau TKA di Sekolah, Dorong Siswa Siap Masuk Perguruan Tinggi". https://www.detik.com/sumbagsel/berita/d-8192417/gubernur-jambi-tinjau-tka-di-sekolah-dorong-siswa-siap-masuk-perguruan-tinggi.
  2. https://rri.co.id/index.php/daerah/1730657/sekolah-inklusi-jawaban-pendidikan-adil-di-jambi.
  3. https://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan_di_Jambi.