August 26, 2026

Mengenal Istilah “Water Hammer” Dalam Asuransi Kendaraan

Musim hujan membuat risiko kendaraan terjebak genangan atau banjir menjadi lebih tinggi. Dalam kondisi tersebut, pengemudi perlu lebih berhati-hati karena memaksakan kendaraan melewati genangan dapat menyebabkan kerusakan pada mesin. Salah satu risiko yang perlu diketahui adalah water hammer.

Water hammer adalah kondisi ketika air masuk ke bagian dalam mesin yang sedang hidup sehingga menyebabkan kerusakan pada komponen mesin. Risiko ini biasanya terjadi ketika kendaraan dipaksa menerjang jalan yang tergenang cukup tinggi. Air yang masuk melalui saluran udara menuju ruang pembakaran mesin dan tidak dapat dikompresi seperti udara, tekanan yang terjadi saat mesin bekerja dapat menyebabkan komponen mesin mengalami kerusakan.

Lalu, apakah risiko kerusakan kendaraan karena water hammer dijamin oleh asuransi? Jawabannya adalah tidak. Berikut adalah dua hal yang menjadi alasannya:

  1. Risiko yang Dapat Dicegah
    Kerusakan akibat water hammer dapat terjadi ketika pengemudi tetap memaksakan kendaraan menerobos genangan atau mencoba menyalakan kembali mesin setelah kendaraan terendam. Kondisi tersebut dapat dipandang sebagai kerusakan yang sebenarnya dapat dihindari apabila kendaraan tidak dipaksakan untuk berjalan dalam kondisi banjir.

    Karena itu, memiliki asuransi kendaraan bukan berarti pengemudi dapat mengabaikan kondisi jalan atau memaksakan kendaraan melewati banjir. Pengemudi tetap perlu mengambil langkah yang aman untuk meminimalkan risiko kerusakan kendaraan.

  2. Termasuk Pengecualian dalam Polis
    Dalam Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI), kerusakan mesin akibat masuknya air saat mesin dalam keadaan hidup termasuk dalam pengecualian. Artinya, meskipun kendaraan memiliki perluasan jaminan banjir, kerusakan akibat water hammer tidak otomatis ditanggung oleh perusahaan asuransi.

    Perlindungan asuransi tetap mengikuti ketentuan, manfaat, dan pengecualian yang tercantum dalam polis masing-masing. Karena itu, pemilik kendaraan sebaiknya memahami isi polis sebelum berkendara, khususnya saat membeli jaminan tambahan banjir.

Intinya, dengan memahami risiko water hammer, pemilik kendaraan yang memiliki asuransi pun diharapkan dapat lebih bijak dalam menghadapi risiko banjir.


Sumber
Kompas