Bersama Masyarakat, Mengembangkan Potensi Lokal
Rumah Kreatif Sinar Mas adalah wadah kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) PT Asuransi Sinar Mas di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Rumah Kreatif Sinar Mas didirikan sebagai bentuk dukungan Perusahaan terhadap Nota Kesepahaman antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Kementerian Pariwisata dalam pengembangan Kawasan Danau Toba sebagai salah satu destinasi wisata super prioritas Indonesia.
Kabupaten Humbang Hasundutan merupakan salah satu dari 10 kabupaten yang berada di sekitar Danau Toba. Dengan kekayaan alam dan budaya yang beragam, daerah ini memiliki berbagai potensi yang dapat terus dikembangkan, baik dari sektor pariwisata, hasil alam, maupun keterampilan masyarakat.
Berada di sisi Danau Toba, Humbang Hasundutan memiliki sejumlah destinasi dengan pemandangan alam yang indah, seperti Lembah Bakkara, Sipinsur, dan Air Terjun Janji. Selain keindahan alamnya, masyarakat Humbang Hasundutan juga memiliki berbagai keterampilan dan potensi lokal yang dapat dikembangkan menjadi karya dan produk bernilai tambah.
Melihat potensi tersebut, Rumah Kreatif Sinar Mas menjadi ruang bagi masyarakat untuk belajar, berkarya, mengembangkan keterampilan, dan menciptakan peluang usaha. Melalui berbagai kegiatan dan pendampingan, masyarakat didorong untuk mengembangkan apa yang sudah mereka miliki agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan.
Lima Sentra untuk Belajar dan Berkarya
Untuk mendukung proses belajar dan pengembangan masyarakat, Rumah Kreatif Sinar Mas memiliki lima sentra yang menjadi ruang untuk berbagai kegiatan.

1. Sentra Buku
Sentra Buku menyediakan berbagai jenis buku untuk anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Selain menjadi tempat membaca, sentra ini membantu masyarakat mendapatkan pengetahuan dan inspirasi baru.

2. Sentra Komputer
Sentra Komputer memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengenal teknologi dan meningkatkan kemampuan menggunakan komputer. Pengetahuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam belajar, bekerja, maupun mengembangkan usaha.

3. Sentra Bermain
Sentra Bermain menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar sambil bermain. Berbagai permainan dirancang untuk membantu anak mengembangkan kreativitas, rasa percaya diri, kemampuan bekerja sama, serta belajar menghargai orang lain.

4. Sentra Audio Visual
Sentra Audio Visual menjadi tempat bagi anak-anak dan masyarakat untuk mengembangkan kreativitas melalui seni dan pertunjukan. Berbagai kegiatan musik dan panggung dapat dilakukan di sentra ini.
Salah satu kegiatan yang pernah diselenggarakan adalah “Music is Funtastic”, yang mempertemukan musisi lokal dengan musisi dari Italia. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi talenta lokal untuk belajar, berkolaborasi, dan mengenal berbagai jenis musik.
5. Sentra Kriya
Salah satu fokus pengembangan masyarakat di Rumah Kreatif Sinar Mas dilakukan melalui Sentra Kriya.
Melalui sentra ini, masyarakat, termasuk ibu rumah tangga dan para artisan lokal, mendapatkan pendampingan untuk mengembangkan berbagai produk kerajinan yang memanfaatkan potensi dan kekayaan budaya setempat.
Pendampingan tidak hanya dilakukan dalam proses pembuatan produk, tetapi juga mencakup pengembangan desain, peningkatan kualitas, inovasi produk, pengemasan, hingga memperkenalkan produk ke pasar yang lebih luas.
Dalam prosesnya, pengembangan produk juga diarahkan pada penerapan eco fashion dan prinsip berkelanjutan, dengan memanfaatkan potensi lokal dan mengembangkan teknik serta material secara lebih bertanggung jawab.
Dari proses pendampingan inilah kemudian berkembang Humbang Kriya, yang menjadi wadah bagi berbagai karya kerajinan dan produk fesyen yang dikembangkan bersama para artisan lokal di Humbang Hasundutan.
Humbang Kriya: Karya Lokal yang Terus Berkembang
Humbang Kriya merupakan kumpulan karya kerajinan dan produk fesyen yang dikembangkan bersama para artisan lokal di Humbang Hasundutan.
Berawal dari keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan dan menggunakan teknik tradisional, Rumah Kreatif Sinar Mas memberikan pendampingan agar keterampilan tersebut dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini.
Humbang Kriya mengembangkan produk dengan mengedepankan eco fashion dan prinsip berkelanjutan, sekaligus tetap menjaga nilai budaya dan karakter lokal. Berbagai teknik dan kreativitas masyarakat kemudian dikembangkan menjadi beragam produk seperti Humbang Shibori, Tenun Songket Humbang, Humbang Batiq, Humbang EcoPrint, Baion Humbang, hingga Hirang Humbang.
Setiap karya membawa cerita tentang Humbang Hasundutan—tentang budaya, alam, kreativitas, dan keterampilan masyarakat setempat.
Lebih dari sekadar menghasilkan produk, proses pengembangan Humbang Kriya juga menjadi bagian dari upaya membuka kesempatan bagi para artisan untuk terus belajar, meningkatkan keterampilan, mengembangkan usaha, dan memperluas pasar.
Terus Belajar dan Berkolaborasi
Seiring perkembangannya, Humbang Kriya terus mendapat dukungan dan kesempatan untuk belajar serta berkolaborasi dengan berbagai desainer dan brand Indonesia.
Beberapa di antaranya adalah Oscar Lawalata, Merdi Sihombing, Yuni Pohan, Windy Chandra, Purana Indonesia, Faddat, dan Haze Be Wear.
Kolaborasi tersebut memberikan pengalaman baru bagi para artisan sekaligus membuka kesempatan untuk mengembangkan desain dan produk agar semakin beragam, kreatif, dan sesuai dengan perkembangan pasar.
Karya-karya Humbang Kriya juga telah hadir di berbagai ajang fesyen nasional, di antaranya Jakarta Fashion Week, Indonesia Fashion Week, Lake Toba Fashion Week, dan Sumatera Fashion Week, serta berbagai kegiatan fesyen lainnya.
Kesempatan untuk tampil di berbagai ajang tersebut menjadi bagian dari perjalanan Humbang Kriya untuk semakin dikenal dan menunjukkan bahwa karya dari daerah memiliki potensi untuk terus berkembang dan tampil di panggung fesyen nasional.
Pada akhirnya, perjalanan Rumah Kreatif Sinar Mas dan Humbang Kriya adalah tentang masyarakat, potensi lokal, dan kesempatan untuk berkembang. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, potensi yang berasal dari daerah dapat tumbuh menjadi karya yang bernilai, membuka peluang usaha, sekaligus membawa cerita dan identitas Humbang Hasundutan ke lebih banyak tempat.
